Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
Home/Editorial/POLRI PRESISI UNTUK MASYARAKAT : Menjembatani Harapan dan Kepercayaan Publik di Era Disrupsi 
Editorial

POLRI PRESISI UNTUK MASYARAKAT : Menjembatani Harapan dan Kepercayaan Publik di Era Disrupsi 

By admin
Juni 16, 2026 4 Min Read
0

SIRINE polisi meraung memecah kemacetan jalan raya. Di sudut lain, seorang warga mengantre mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Sementara di ruang digital, ribuan warganet memperdebatkan video penindakan aparat yang viral di media sosial.

Tiga peristiwa itu tampak berbeda. Namun ketiganya memiliki satu benang merah: hubungan antara Polri dan masyarakat.

Di era keterbukaan informasi, polisi tidak lagi bekerja dalam ruang tertutup. Setiap tindakan aparat dapat direkam kamera ponsel, disebarluaskan dalam hitungan detik, lalu diadili opini publik. Teknologi telah mengubah cara masyarakat menilai institusi penegak hukum secara fundamental.

Dalam konteks itulah Polri memperkenalkan konsep Presisi, yakni Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Sebuah paradigma baru yang tidak hanya berbicara soal penegakan hukum, tetapi juga tentang bagaimana negara membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi yang berdiri di garda terdepan keamanan dan ketertiban.

Namun pertanyaan mendasarnya tetap relevan: apakah Presisi sudah benar-benar dirasakan masyarakat, atau masih berjalan di level kebijakan semata?

Krisis yang Tidak Selalu Bernama Kejahatan 

Selama bertahun-tahun, ukuran keberhasilan kepolisian lazim diukur dari jumlah kasus yang terungkap atau angka kriminalitas yang berhasil ditekan. Padahal tantangan yang dihadapi Polri jauh lebih kompleks dari sekadar statistik kejahatan.

Krisis terbesar yang mengintai institusi penegak hukum bukan hanya kejahatan jalanan, narkotika, atau kejahatan siber. Krisis terbesar itu bernama kepercayaan publik.

Kepercayaan adalah modal sosial yang menentukan efektivitas penegakan hukum. Polisi yang dipercaya masyarakat akan lebih mudah memperoleh informasi, dukungan, dan partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Sebaliknya, ketika kepercayaan memudar, setiap tindakan aparat berpotensi dipersepsikan negatif, bahkan sebelum fakta sebenarnya terungkap.

Di sinilah Presisi menemukan relevansinya. Program ini sejatinya merupakan jawaban atas kebutuhan reformasi institusional yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan, bukan objek kekuasaan.

Tiga kata kunci Presisi memiliki bobot masing-masing. Prediktif berarti kepolisian harus mampu membaca dan mencegah potensi gangguan keamanan sebelum terjadi. Responsibilitas mengharuskan setiap tindakan aparat dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Transparansi berkeadilan menuntut keterbukaan sekaligus kepastian hukum bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi.

Secara konstitusional, gagasan ini sejalan dengan amanat Pasal 30 Ayat (4) UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menempatkan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai tugas utama kepolisian.

Sebagus apa pun konsep yang dirancang, keberhasilannya tetap ditentukan oleh satu hal: implementasi di lapangan.

Teknologi Melayani, Bukan Sekadar Memamerkan Kecanggihan 

Salah satu wajah paling nyata dari Presisi adalah digitalisasi pelayanan publik. Berbagai layanan kini dapat diakses secara elektronik, mulai dari pengurusan SKCK, pengaduan masyarakat, hingga informasi lalu lintas real-time.

Transformasi ini patut diapresiasi karena berhasil memangkas birokrasi yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat. Antrean panjang yang melelahkan, proses berbelit yang memakan waktu, kini perlahan tergantikan oleh layanan yang lebih efisien dan terukur.

Namun digitalisasi bukan obat bagi seluruh persoalan.

Bagi masyarakat perkotaan yang akrab dengan internet, layanan digital tentu mempermudah urusan. Namun bagi warga di daerah terpencil dengan akses jaringan terbatas, pelayanan tatap muka tetap menjadi kebutuhan utama yang tidak tergantikan.

Di sinilah tantangan sesungguhnya. Presisi tidak boleh berhenti pada pembangunan aplikasi. Presisi harus memastikan kualitas pelayanan yang setara di seluruh pelosok Indonesia, dari kota besar hingga pelosok desa yang sinyal internetnya masih sekedar harapan.

Sebab masyarakat tidak menilai institusi dari kecanggihan sistem yang dimiliki. Masyarakat menilai dari pengalaman nyata yang mereka rasakan ketika membutuhkan bantuan polisi.

Ruang Gelap yang Masih Menjadi Pekerjaan Rumah 

Meski reformasi terus berjalan, sejumlah persoalan masih menjadi catatan publik. Kasus pelanggaran etik oleh oknum anggota, praktik penyalahgunaan kewenangan, hingga dugaan perlakuan diskriminatif dalam penegakan hukum masih sesekali muncul dan menggerus kepercayaan yang telah susah payah dibangun.

Satu pelanggaran yang dilakukan seorang oknum dapat menghapus citra baik yang dibangun ribuan anggota lainnya. Inilah paradoks terbesar institusi publik di era media sosial: kebaikan membutuhkan waktu lama untuk diingat, kesalahan hanya butuh detik untuk viral.

Fenomena ini membuktikan bahwa tantangan terbesar Presisi bukan semata transformasi teknologi, melainkan transformasi budaya organisasi.

Integritas tidak dapat dibangun melalui aplikasi. Profesionalisme tidak lahir dari slogan. Keduanya tumbuh melalui sistem pengawasan yang kuat, keteladanan pimpinan, dan konsistensi penegakan disiplin internal yang tidak pandang pangkat.

Dalam konteks ini, transparansi menjadi faktor yang tidak bisa ditawar. Ketika ada anggota yang melanggar hukum, masyarakat perlu melihat bahwa proses penindakan dilakukan secara terbuka dan adil. Transparansi bukan ancaman bagi institusi. Transparansi adalah investasi kepercayaan jangka panjang.

Dari Polisi yang Ditakuti Menuju Polisi yang Dipercaya

Selama bertahun-tahun, sebagian masyarakat masih memandang polisi sebagai simbol kekuasaan yang harus ditakuti. Paradigma ini perlahan perlu diubah, bukan dengan retorika, melainkan dengan pengalaman nyata yang dirasakan warga setiap hari.

Di negara demokrasi modern, polisi idealnya tidak hanya menjadi law enforcement agency, tetapi juga public service institution yang hadir dengan wajah manusiawi.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan aparat yang mampu menindak pelanggaran. Masyarakat membutuhkan aparat yang mampu mendengar, memahami, dan menyelesaikan persoalan secara bijak dan berkeadilan.

Pendekatan restorative justice yang kini semakin berkembang merupakan langkah penting ke arah tersebut. Dalam kasus tertentu, keadilan tidak selalu identik dengan hukuman penjara. Kadang keadilan justru hadir melalui pemulihan hubungan sosial, pengakuan kesalahan, dan penyelesaian yang memberi manfaat bagi semua pihak yang terlibat.

Model inilah yang membuat polisi lebih dekat dengan masyarakat tanpa kehilangan wibawa sebagai penegak hukum. Polisi yang bisa dirangkul, bukan hanya yang bisa ditakuti.

Presisi dan Masa Depan Indonesia 

Di usianya yang ke-80, Polri berdiri di persimpangan penting. Di satu sisi, tuntutan masyarakat terhadap institusi penegak hukum semakin tinggi. Di sisi lain, peluang untuk bertransformasi secara nyata juga semakin terbuka lebar.

Masa depan Polri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengungkap kejahatan, tetapi oleh kemampuan menjaga dan merawat kepercayaan masyarakat dari hari ke hari.

Di tengah derasnya arus informasi, kepercayaan adalah mata uang paling berharga bagi institusi penegak hukum. Kepercayaan tidak lahir dari kampanye. Kepercayaan lahir dari tindakan nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ukuran keberhasilan Presisi bukanlah berapa banyak aplikasi yang diluncurkan, berapa banyak program yang disosialisasikan, atau berapa banyak penghargaan internasional yang diraih.

Ukuran keberhasilannya sederhana namun dalam: apakah masyarakat merasa lebih aman, lebih terlindungi, lebih mudah memperoleh keadilan, dan lebih percaya kepada polisi?

Jika jawaban atas pertanyaan itu adalah “ya”, maka Presisi telah berhasil menjadi jembatan antara negara dan rakyatnya.

Sebab pada akhirnya, polisi yang kuat bukanlah polisi yang paling ditakuti. Polisi yang kuat adalah polisi yang paling dipercaya.

Ditulis dalam rangka Lomba Karya Tulis HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 Oleh : Elang Maulana (Pemimpin Redaksi Narasi).

Tags:

Bhayangkara 2026Era Digital PolriHUT Bhayangkara ke-80Karya Tulis BhayangkaraKepercayaan PublikPelayanan MasyarakatPolri PresisiReformasi PolriRestorative JusticeTransparansi Polri
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Kadisdik Sumedang Tegaskan Perpisahan Sekolah Harus Sederhana demi Cegah Beban Orang Tua 

Next

POLRI PRESISI UNTUK MASYARAKAT : Dari Meja Pelayanan hingga Ruang Digital

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Recent Posts

    • Bunda Bilqis dan Momentum Regenerasi Golkar Sumedang
    • PBJ Setda Sumedang Siapkan Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Tingkatkan Kualitas Pengadaan Barang dan Jasa
    • PT LKM Sumedang Perkuat Transformasi, Bangun Lembaga Keuangan Daerah yang Semakin Profesional dan Terpercaya
    • PLN Indonesia Power UBP Jatigede dan Universitas Winaya Mukti Perkuat Sinergi, Dorong Transisi Energi Hijau Menuju Net Zero Emission 
    • Sampaikan Amanat Gubernur Jawa Barat, Yudi Purwana Ajak Peserta MPLS SMKN 1 Cipaku Wujudkan Generasi Pancawaluya

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Oktober 2025
    • September 2025

    Categories

    • Advetorial
    • Baznas Sumedang
    • Catatan Elang Salamina
    • Destinasi Wisata
    • Detail Berita
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Internasional
    • Kabar Baznas
    • Kabar Desa
    • Kabar Parlemen
    • Kabar Sumedang
    • Olahraga
    • Opini
    • Parlemen
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sepak bola
    • Sosok
    • Sosok Inspiratif
    • Uncategorized
    Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
    • X
    • Instagram
    • Facebook
    • YouTube
    Work Experience

    Velora Labs

    Frontend Developer

    2021-present

    Luxora Digital

    Web Developer

    2019-2021

    Averion Studio

    Support Specialist

    2017-2019

    Available for Hire
    Get In Touch

    Recent Posts

    • Bunda Bilqis dan Momentum Regenerasi Golkar Sumedang
      oleh admin
      Juli 21, 2026
    • The Hidden Potential of Bitcoin
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Kickstart Your Blogging Journey Today
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Morning Routines That Boost Your Productivity
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      Oktober 1, 2025

    Search...

    Technologies

    Figma

    Collaborate and design interfaces in real-time.

    Notion

    Organize, track, and collaborate on projects easily.

    DaVinci Resolve 20

    Professional video and graphic editing tool.

    Illustrator

    Create precise vector graphics and illustrations.

    Photoshop

    Professional image and graphic editing tool.

    Latest Posts

    • Yuslita Sumartini Bilqis, SM : Dari Dunia Usaha Menuju Sosok Perempuan Berpengaruh di Sumedang
      NAMA Yuslita Sumartini Bilqis, yang akrab disapa Bunda Bilqis, kini… Baca Selengkapnya: Yuslita Sumartini Bilqis, SM : Dari Dunia Usaha Menuju Sosok Perempuan Berpengaruh di Sumedang
    • Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
      SUMEDANG, Narasi.id — Kepedulian warga Dusun Cijelag, Desa Tomo, Kecamatan… Baca Selengkapnya: Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
    • Viral Dulu, Bantu Nanti? Janda Korban Kebakaran Ujungjaya Menanti “Keajaiban” Birokrasi Sumedang 
      SUMEDANG, Narasi.id – Api yang melumat habis rumah milik Lina… Baca Selengkapnya: Viral Dulu, Bantu Nanti? Janda Korban Kebakaran Ujungjaya Menanti “Keajaiban” Birokrasi Sumedang 
    Copyright 2026 — Narasi.ID. All rights reserved.