Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
Home/Opini/Musda XI Golkar Sumedang dan Jalan Menuju Babak Baru 
OpiniPolitik

Musda XI Golkar Sumedang dan Jalan Menuju Babak Baru 

By admin
September 4, 2026 4 Min Read
0

OPINI — Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang mulai memasuki tahap persiapan. Pembentukan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) pada 3 September 2026 menjadi tanda bahwa agenda suksesi kepemimpinan partai mulai bergerak.

Asep Kurnia dipercaya memimpin SC, sementara OC dipersiapkan untuk menangani kebutuhan teknis penyelenggaraan. Sumedang juga telah mengusulkan Musda digelar pada 22 September 2026, meski keputusan akhirnya tetap berada pada DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Di permukaan, ini adalah proses organisasi yang lazim. Namun di balik agenda administratif tersebut terdapat pertanyaan politik yang jauh lebih penting: apa yang hendak dicapai Golkar Sumedang melalui Musda XI?

Sebab Musda bukan sekadar forum untuk memilih ketua. Ia adalah momentum untuk membaca kembali perjalanan organisasi, mengukur kekuatan internal dan menentukan arah politik untuk periode berikutnya.

Ketika Regenerasi Menjadi Keniscayaan

Dinamika regenerasi menjadi semakin menarik karena Ketua DPD Golkar Sumedang Sidik Jafar telah menyelesaikan dua periode kepemimpinan. Ia sendiri menyatakan masih mungkin maju apabila mendapatkan diskresi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan regenerasi tidak sesederhana mengganti atau mempertahankan seorang figur. Yang lebih penting adalah bagaimana organisasi mengelola transisi kepemimpinan tanpa kehilangan pengalaman, tetapi juga tidak kehilangan keberanian untuk melakukan pembaruan.

Partai politik yang sehat membutuhkan kesinambungan sekaligus perubahan. Pengalaman kader senior merupakan modal organisasi, sementara munculnya generasi baru adalah bagian dari hukum alam sebuah institusi politik.

Karena itu, regenerasi seharusnya tidak dibaca sebagai pertarungan antara yang lama dan yang baru. Keduanya justru perlu ditempatkan dalam satu konstruksi: pengalaman menjadi fondasi, sementara energi baru menjadi kendaraan untuk bergerak lebih jauh.

Dari Kontestasi Figur ke Kontestasi Gagasan 

Di tengah dinamika tersebut, sejumlah nama mulai muncul dalam pembicaraan internal maupun ruang publik. Namun siapa pun yang kelak maju, prosesnya tetap harus mengikuti mekanisme organisasi, AD/ART dan ketentuan DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana para kandidat menawarkan sesuatu yang lebih substantif daripada sekadar popularitas dan jaringan politik.

Musda akan kehilangan sebagian maknanya apabila seluruh perhatian hanya tertuju pada siapa yang memiliki peluang terbesar menjadi ketua. Kontestasi kepemimpinan semestinya bergerak ke wilayah yang lebih substantif: siapa yang memiliki gagasan paling relevan, kemampuan konsolidasi paling kuat, keberanian melakukan pembaruan dan kapasitas membangun organisasi yang mampu menjawab perubahan zaman.

Tantangan partai politik hari ini berbeda dengan beberapa tahun lalu. Pemilih semakin kritis, generasi muda semakin menentukan, sementara komunikasi politik telah berpindah ke ruang digital yang bergerak cepat.

Dalam kondisi ini, Golkar Sumedang membutuhkan kepemimpinan yang bukan hanya mampu mengelola struktur, tetapi memahami perubahan sosial dan politik di luar struktur itu sendiri.

Menang Tanpa Meninggalkan Luka 

Kompetisi dalam Musda adalah sesuatu yang sehat. Organisasi tanpa kompetisi justru berisiko kehilangan energi pembaruan.

Namun kompetisi politik memiliki konsekuensi yang harus dikelola. Setiap kemenangan berpotensi meninggalkan pihak yang kalah. Karena itu, kedewasaan organisasi justru terlihat setelah pemilihan selesai.

Ketua terpilih nantinya menghadapi pekerjaan yang jauh lebih penting daripada sekadar memenangkan Musda. Ia harus mampu merangkul semua kekuatan, menghapus sekat kompetisi dan mengubah rivalitas menjadi energi kolektif.

Memenangkan forum adalah satu hal. Memimpin organisasi setelah forum adalah persoalan yang sama sekali berbeda.

Golkar Sumedang membutuhkan pemimpin yang mampu membuat mereka yang tidak memilihnya tetap merasa menjadi bagian dari organisasi.

Titik Balik Harus Dibuktikan Setelah Musda 

Pada akhirnya, seluruh rangkaian persiapan Musda XI akan bermuara pada satu pertanyaan: apa yang berubah setelah Musda?

Jika yang berubah hanya nama ketua, Musda akan selesai sebagai prosedur organisasi. Tetapi jika perubahan kepemimpinan diikuti pembaruan kaderisasi, penguatan struktur, perluasan ruang bagi generasi muda, konsolidasi internal dan strategi politik yang lebih adaptif, maka Musda akan memiliki arti yang jauh lebih besar.

Karena itu, Musda XI harus ditempatkan sebagai titik balik, bukan sekadar titik pergantian.

Namun titik balik tidak cukup dibicarakan dalam pidato. Ia harus diterjemahkan menjadi pekerjaan yang konkret.

Pertama, konsolidasi harus dilakukan segera. Dalam beberapa bulan pertama setelah Musda, kepemimpinan baru perlu mempertemukan seluruh unsur organisasi, termasuk mereka yang berada di kubu berbeda selama proses pemilihan. Rekonsiliasi tidak boleh berhenti pada salam-salaman seremonial, tetapi diterjemahkan dalam pembagian peran yang proporsional dan agenda kerja bersama.

Kedua, kaderisasi harus memiliki target yang jelas. Golkar Sumedang perlu memetakan kader berdasarkan kapasitas, wilayah, usia dan pengalaman politik, kemudian menyiapkan jalur pembinaan yang terukur. Generasi muda tidak cukup ditempatkan sebagai pelengkap struktur atau sekadar wajah kampanye. Mereka harus diberi ruang untuk belajar, mengambil tanggung jawab dan naik secara bertahap dalam jenjang kepemimpinan.

Ketiga, struktur partai harus kembali bekerja sampai tingkat paling bawah. Evaluasi organisasi jangan hanya melihat apakah kepengurusan sudah terbentuk, tetapi apakah struktur benar-benar aktif melakukan kerja politik dan sosial di tengah masyarakat. Organisasi yang kuat bukan yang ramai di tingkat elite, melainkan yang hadir dan dikenal di akar rumput.

Keempat, komunikasi politik harus diperbarui. Golkar Sumedang perlu membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat, terutama generasi pemilih baru. Media sosial, forum publik dan kanal digital tidak semestinya hanya digunakan menjelang pemilu. Komunikasi harus menjadi kerja politik sehari-hari untuk menyerap aspirasi sekaligus menjelaskan apa yang dikerjakan partai.

Kelima, kepemimpinan baru perlu memiliki ukuran keberhasilan. Program kerja sebaiknya tidak berhenti pada daftar kegiatan, tetapi memiliki target yang dapat dievaluasi secara berkala. Dengan begitu, kader dan publik dapat melihat apakah perubahan yang dijanjikan benar-benar berjalan atau kembali menjadi slogan setelah Musda usai.

Langkah-langkah tersebut penting karena Musda pada dasarnya hanya membuka pintu. Pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah pintu itu terbuka.

Bukan Sekadar Ketua Baru 

Pada akhirnya, pertanyaan terbesar Musda XI bukan semata-mata siapa yang menjadi ketua, melainkan Golkar Sumedang seperti apa yang hendak dibangun setelah ketua itu terpilih.

Jika Musda mampu melahirkan kepemimpinan yang merangkul semua kekuatan, memperkuat kaderisasi, menghidupkan struktur, membuka ruang bagi generasi muda dan menghadirkan strategi politik yang lebih adaptif, maka forum tersebut benar-benar dapat menjadi awal dari babak baru.

Sebab titik balik bukan ditentukan oleh pergantian figur, melainkan oleh keberanian organisasi mengubah cara bekerja setelah pergantian itu terjadi.

Musda XI karena itu harus meninggalkan lebih dari sekadar keputusan tentang siapa yang memimpin. Ia harus meninggalkan peta jalan yang jelas tentang ke mana Golkar Sumedang bergerak.

Dan pada akhirnya, ukuran keberhasilannya sederhana: apakah setelah Musda Golkar Sumedang menjadi organisasi yang lebih solid, lebih hidup dan lebih relevan bagi masyarakat?

Jika jawabannya ya, maka Musda XI bukan sekadar agenda lima tahunan. Ia benar-benar menjadi titik balik. (ES/NR01) 

Tags:

Asep KurniaDPD Partai GolkarGolkar Jawa BaratGolkar Sumedangkaderisasi Golkarkepemimpinan politikMusda Golkar 2026Musda XI Golkar SumedangOpini PolitikPolitik Sumedangregenerasi politikSidik Jafar
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Asep Kurnia Pimpin SC Musda XI Golkar Sumedang, Suksesi Ketua Mulai Bergulir

Next

Membaca Sikap DPRD Sumedang dalam Polemik Dugaan Kasus Wabup

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Recent Posts

    • Investigasi Wakil Bupati Sumedang : Jangan Cuma Cari Salah, Cari Kebenaran
    • Kualitas Hotmix dan Ketebalan Sesuai RAB, Pekerjaan CV Mitra Anom di Jalan Tanjungsari – Haurgombong Tuai Apresiasi
    • Membaca Sikap DPRD Sumedang dalam Polemik Dugaan Kasus Wabup
    • Musda XI Golkar Sumedang dan Jalan Menuju Babak Baru 
    • Asep Kurnia Pimpin SC Musda XI Golkar Sumedang, Suksesi Ketua Mulai Bergulir

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • September 2026
    • Agustus 2026
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Oktober 2025
    • September 2025

    Categories

    • Advetorial
    • Baznas Sumedang
    • Bunda Bilqis
    • Catatan Elang Salamina
    • Destinasi Wisata
    • Detail Berita
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Internasional
    • Isu Panas
    • Kabar Baznas
    • Kabar Desa
    • Kabar Parlemen
    • Kabar Sumedang
    • Olahraga
    • Opini
    • Parlemen
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sepak bola
    • Sosok
    • Sosok Inspiratif
    • Uncategorized
    Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
    • X
    • Instagram
    • Facebook
    • YouTube
    Work Experience

    Velora Labs

    Frontend Developer

    2021-present

    Luxora Digital

    Web Developer

    2019-2021

    Averion Studio

    Support Specialist

    2017-2019

    Available for Hire
    Get In Touch

    Recent Posts

    • Investigasi Wakil Bupati Sumedang : Jangan Cuma Cari Salah, Cari Kebenaran
      oleh admin
      September 4, 2026
    • The Hidden Potential of Bitcoin
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Kickstart Your Blogging Journey Today
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Morning Routines That Boost Your Productivity
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      Oktober 1, 2025

    Search...

    Technologies

    Figma

    Collaborate and design interfaces in real-time.

    Notion

    Organize, track, and collaborate on projects easily.

    DaVinci Resolve 20

    Professional video and graphic editing tool.

    Illustrator

    Create precise vector graphics and illustrations.

    Photoshop

    Professional image and graphic editing tool.

    Latest Posts

    • Yuslita Sumartini Bilqis, SM : Dari Dunia Usaha Menuju Sosok Perempuan Berpengaruh di Sumedang
      NAMA Yuslita Sumartini Bilqis, yang akrab disapa Bunda Bilqis, kini… Baca Selengkapnya: Yuslita Sumartini Bilqis, SM : Dari Dunia Usaha Menuju Sosok Perempuan Berpengaruh di Sumedang
    • Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
      SUMEDANG, Narasi.id — Kepedulian warga Dusun Cijelag, Desa Tomo, Kecamatan… Baca Selengkapnya: Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
    • Viral Dulu, Bantu Nanti? Janda Korban Kebakaran Ujungjaya Menanti “Keajaiban” Birokrasi Sumedang 
      SUMEDANG, Narasi.id – Api yang melumat habis rumah milik Lina… Baca Selengkapnya: Viral Dulu, Bantu Nanti? Janda Korban Kebakaran Ujungjaya Menanti “Keajaiban” Birokrasi Sumedang 
    Copyright 2026 — Narasi.ID. All rights reserved.