
Edi Askari, Membangun Karakter Pemuda Cisalak Lewat Lapangan Olahraga
DI TENGAH derasnya arus modernisasi, generasi muda dihadapkan pada tantangan yang kian kompleks. Mulai dari jeratan pergaulan bebas, ancaman narkoba, kecanduan gawai, hingga minimnya wadah untuk mengekspresikan diri. Menghadapi realitas ini, peran seorang pemimpin tidak lagi sekadar merumuskan kebijakan di balik meja, melainkan hadir langsung menyelamatkan masa depan generasi penerus.
Komitmen nyata inilah yang ditunjukkan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Edi Askari, M.M. Saat menghadiri sekaligus membuka Turnamen Bola Voli Delta Nusantara Cup dalam rangka Milangkala Kecamatan Cisalak ke-58, Edi membawa misi besar untuk pemuda setempat.
Investasi Sumber Daya Manusia Lewat Olahraga
Bagi sebagian orang, turnamen olahraga mungkin hanya dipandang sebagai hiburan musiman. Namun, di mata Edi Askari, lapangan voli adalah laboratorium pembentukan karakter. Di sinilah tempat lahirnya mimpi, kedisiplinan, kerja keras, sportivitas, dan mental juara anak-anak muda.
Kehadiran legislator Jabar ini di Alun-alun Kecamatan Cisalak bukan sekadar agenda seremonial. Ia datang membawa pesan kuat bahwa pemuda harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berkembang. Olahraga dipercaya menjadi benteng terbaik yang menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan, sekaligus menjadi jembatan menuju prestasi yang membanggakan daerah.
Edi Askari menegaskan bahwa turnamen seperti Delta Nusantara Cup harus menjadi wadah berkelanjutan untuk menjaring atlet profesional, bukan sekadar ajang kumpul-kumpul. Ia melihat potensi besar yang tertidur di pelosok Cisalak—potensi yang selama ini kerap meredup akibat minimnya fasilitas dan pembinaan. Oleh karena itu, kehadiran wakil rakyat yang turun langsung memberikan dukungan nyata menjadi suntikan energi segar bagi para pemuda di daerah.
Bagi seorang Edi Askari, esensi pembangunan daerah yang sesungguhnya bukan melulu soal infrastruktur fisik, melainkan investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM). Generasi yang sehat, berkarakter unggul, dan berprestasi adalah modal utama penggerak kemajuan daerah di masa depan. Kemeriahan turnamen ini pun menjadi bukti nyata bagaimana olahraga mampu menyatukan masyarakat sekaligus membakar optimisme kaum muda Cisalak.
Aksi nyata ini sekaligus membuktikan bahwa tugas seorang anggota DPRD tidak berhenti pada ruang sidang semata. Seorang wakil rakyat sejati adalah mereka yang hadir langsung di lapangan, mendengar keresahan pemuda, dan membuka jalan bagi kreativitas mereka.
Di usia Kecamatan Cisalak yang ke-58 ini, pesan Edi Askari terasa begitu relevan: masa depan daerah ada di tangan pemudanya. Sebab pada akhirnya, setiap kompetisi yang digelar bukan sekadar mencari siapa juara hari ini, melainkan sedang mempersiapkan generasi yang akan menjadi kebanggaan Subang dan Jawa Barat di masa depan. (ES/NR01)