
Tiga Fighter PKBM Al Fatah Tanjungsari Unjuk Nyali di Prabu Combat Series Muay Thai 2026
SUMEDANG, Narasi.id – Tiga warga belajar PKBM Al Fatah Tanjungsari membuktikan bahwa pendidikan non formal bisa melahirkan fighter tangguh. Ketiganya tampil berani dalam ajang Prabu Combat Series Muay Thai 2026 kategori amatir di GOR Tajimalela Sumedang, Ahad (21/6/2026), di hadapan ratusan penonton termasuk Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.
Mereka adalah Fiqry Azmi Nurrahman (kelas 57 kg), Muhamad Latif Sabili Firdaus (kelas 51 kg), dan Fitra Pratama (kelas 48 kg), tiga fighter muda yang bernaung di bawah Shuffah Fighter Camp Al Fatah, diasuh pelatih Coach Fajar Shidiq. Ketiganya tercatat sebagai warga belajar PKBM Al Fatah Tanjungsari yang berlokasi di Dusun Ciluluk RT 03 RW 14, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Kompetisi yang mempertemukan atlet Muay Thai dari berbagai kabupaten di Jawa Barat ini menjadi panggung perdana yang berharga bagi ketiganya untuk mengukur kemampuan sekaligus membawa nama baik lembaga mereka di kancah daerah.
Bukan Sekadar Menang, tapi Membentuk Karakter
Plt. Kepala PKBM Al Fatah Tanjungsari, Asep Jamiat, S.Pd., M.Pd., menyambut keikutsertaan para peserta didiknya dengan bangga. Baginya, keterlibatan dalam olahraga bela diri memiliki makna yang jauh melampaui urusan menang atau kalah di atas ring.
“Kami berharap ajang ini menjadi pembelajaran bagi para warga belajar untuk menumbuhkan keberanian, meningkatkan fokus, serta melatih kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujar Asep Jamiat.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan di PKBM Al Fatah tidak melulu berorientasi pada prestasi akademik, melainkan juga pada pembentukan akhlak dan spiritualitas. Setiap kerja keras di atas matras, menurutnya, harus diniati sebagai ibadah.
“Setiap ikhtiar yang dilakukan hendaknya menjadi amal untuk meraih ridha Allah SWT dan dijalankan dengan meneladani sunnah Rasulullah Muhammad SAW,” tambahnya.
Partisipasi tiga fighter muda dari PKBM Al Fatah Tanjungsari ini menjadi bukti nyata bahwa jalur pendidikan non formal mampu membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara akademik dan vokasional, tetapi juga memiliki mental baja, disiplin tinggi, dan jiwa sportivitas yang sesungguhnya. (ES/NR01)