
Revitalisasi SMP di Sumedang Mulai Bergulir, Wujudkan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman
SUMEDANG, Narasi.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pendidikan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Salah satu langkah strategis yang saat ini mulai dilaksanakan secara bertahap adalah program revitalisasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di berbagai wilayah Kabupaten Sumedang.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih representatif, sehingga mampu mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas, aman, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana SMP, PAUD dan DIKMAS Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Taufik, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan salah satu program prioritas yang terus didorong oleh Dinas Pendidikan guna menjawab kebutuhan infrastruktur pendidikan yang semakin berkembang.
“Revitalisasi SMP merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Lingkungan belajar yang baik akan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan semangat belajar peserta didik,” ujarnya.
Menurut Taufik, pelaksanaan revitalisasi pada tahun 2026 didukung melalui berbagai sumber pendanaan, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun bantuan pemerintah pusat. Program tersebut mencakup sejumlah pekerjaan fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Beberapa fokus utama revitalisasi meliputi perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan, peningkatan fasilitas laboratorium dan perpustakaan, pembangunan serta perbaikan sarana sanitasi, hingga penataan lingkungan sekolah agar lebih aman dan kondusif.
Ia menambahkan, setiap sekolah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan bangunan serta urgensi kebutuhan di lapangan.
“Kami melakukan pemetaan dan verifikasi secara berkala terhadap kondisi sekolah. Dari hasil tersebut kemudian ditentukan skala prioritas agar program revitalisasi dapat memberikan manfaat yang optimal dan tepat sasaran,” jelasnya.
Upaya peningkatan infrastruktur pendidikan ini sejatinya telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, sekitar 80 sekolah di Kabupaten Sumedang telah mendapatkan berbagai bentuk perbaikan sarana dan prasarana. Capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk melanjutkan program revitalisasi pada tahun 2026 dengan cakupan yang lebih luas.
Melalui program ini, Dinas Pendidikan berharap semakin banyak sekolah yang memiliki fasilitas pembelajaran yang layak dan modern. Selain mendukung peningkatan kualitas akademik, revitalisasi juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Taufik menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga harus ditunjang oleh infrastruktur yang memadai.
“Ketika ruang belajar nyaman, fasilitas tersedia dengan baik, dan lingkungan sekolah tertata, maka proses pendidikan akan berjalan lebih efektif. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Sumedang yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.
Dengan dimulainya revitalisasi SMP secara bertahap pada tahun 2026, masyarakat berharap kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Sumedang semakin merata. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas serta mendukung visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Sumedang. (ES/NR01)