
PDI Perjuangan Sumedang Turun ke Masyarakat, Perkuat Kerja Nyata
SUMEDANG, Narasi.id — PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang terus memperkuat konsolidasi sekaligus membangun kembali kedekatan dengan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang, Asep Ronny Hidayat, S.AP., M.AP., partai berlambang banteng moncong putih itu mengintensifkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan warga.
Langkah ini dilakukan setelah pembenahan struktur dan kepengurusan DPC PDI Perjuangan Sumedang rampung. Pengurus kemudian bergerak menyapa masyarakat di 26 kecamatan, termasuk mendatangi sejumlah desa secara langsung.

Kegiatan tersebut tidak dikemas dalam bentuk pertemuan politik formal. PDI Perjuangan memilih masuk lewat berbagai aktivitas kemasyarakatan, mulai dari gerak jalan, senam sehat, turnamen bola voli, perlombaan rakyat, hingga kegiatan sosial. Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan untuk memperkuat interaksi tersebut.
Selain kegiatan olahraga dan hiburan rakyat, PDI Perjuangan Sumedang juga menggelar santunan, bantuan kebutuhan pokok, serta pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.
Warga Sambut Positif Kedekatan Partai
Bagi sejumlah warga yang ditemui dalam kegiatan tersebut, kehadiran partai di tengah masyarakat memberi warna berbeda karena kegiatan politik tidak hanya muncul menjelang pemilu. Kegiatan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari dinilai lebih mudah diterima karena masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan pengurus dan kader partai, sekaligus menyampaikan persoalan maupun aspirasi yang mereka hadapi.
Salah seorang warga menilai pendekatan lewat kegiatan kemasyarakatan membuat hubungan antara masyarakat dan partai terasa lebih cair. Warga lain berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum peringatan tertentu, melainkan berlanjut secara konsisten.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang, Asep Ronny Hidayat, S.AP., M.AP, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan partai kepada masyarakat. Menurutnya, partai politik tidak cukup hanya melakukan konsolidasi internal. Kader dan pengurus harus mengetahui langsung kondisi masyarakat serta mendengar persoalan yang mereka hadapi.
“Partai harus hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya ketika ada kepentingan politik, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan mendapatkan perhatian,” ujar Asep Ronny.
Ia menyebut kegiatan sosial dan kemasyarakatan menjadi salah satu cara membangun komunikasi yang lebih dekat antara partai dan masyarakat, sekaligus bagian dari kerja politik yang berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kepercayaan. Kepercayaan itu tidak bisa hanya dibangun melalui baliho atau slogan, tetapi melalui interaksi dan kerja nyata,” katanya.
Aspirasi Warga Jadi Dasar Arah Politik
Asep Ronny menjelaskan, konsolidasi partai saat ini diarahkan tidak hanya untuk memperkuat struktur organisasi, tetapi juga memastikan setiap pengurus dan kader kembali memahami fungsi partai sebagai bagian dari masyarakat. Karena itu, jajaran DPC PDI Perjuangan Sumedang terus mendorong pengurus di tingkat kecamatan hingga desa agar aktif membangun komunikasi dengan warga.
Ia menegaskan aspirasi masyarakat harus menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah kerja politik partai.
“Ketika kita turun ke masyarakat, kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mereka. Itu yang kemudian harus menjadi bahan bagi partai untuk menentukan langkah ke depan,” ujarnya.
Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat kembali akar rumput PDI Perjuangan di Kabupaten Sumedang. Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan kemasyarakatan berharap partai tidak berhenti pada aktivitas seremonial, melainkan menjaga kesinambungan kegiatan sosial, olahraga, kesehatan, maupun penyerapan aspirasi. Harapan itu menjadi tantangan bagi PDI Perjuangan Sumedang untuk membuktikan bahwa aktivitas yang dilakukan bukan sekadar agenda politik jangka pendek.
Bagi Asep Ronny, membangun hubungan dengan masyarakat membutuhkan proses panjang dan konsistensi. Ia menilai politik pada akhirnya bukan hanya soal perolehan suara maupun kursi di lembaga legislatif, tetapi juga soal tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai.
“Kalau masyarakat sudah merasa dekat, merasa didengar, dan melihat ada kerja nyata, di situlah kepercayaan akan tumbuh,” katanya.
Dengan pola tersebut, PDI Perjuangan Sumedang kini memperkuat politik berbasis kedekatan dengan masyarakat. Kegiatan kemasyarakatan menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi, sementara aspirasi warga menjadi bagian penting dalam kerja politik partai.
Bagi masyarakat, kehadiran partai akan lebih berarti ketika tidak berhenti pada baliho, slogan, dan momentum politik semata. Kehadiran justru terasa ketika pengurus dan kader berada di tengah warga, mendengar persoalan mereka, dan ikut mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat. Di titik itulah PDI Perjuangan Sumedang, di bawah kepemimpinan Asep Ronny Hidayat, tengah membangun fondasi baru: memperkuat struktur, mendekatkan kader dengan masyarakat, dan menjadikan kerja nyata sebagai bagian dari upaya meraih kembali kepercayaan publik. (ES/NR01)