
BAZNAS Sumedang, Dari Ambulans Gratis hingga Khitanan Massal: Zakat yang Kembali Menyentuh Masyarakat
SUMEDANG, Narasi.id – Ke mana sebenarnya dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat disalurkan? Pertanyaan itu kerap muncul di tengah publik, dan di Kabupaten Sumedang jawabannya bisa dilihat langsung dari berbagai program sosial dan pemberdayaan yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang.
Dari layanan ambulans gratis, bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas, pemberdayaan usaha mikro, hingga khitanan massal untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, semua program tersebut menjadi bukti nyata bagaimana dana zakat yang dihimpun dari masyarakat kembali dimanfaatkan untuk masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, mengatakan bahwa setiap rupiah zakat yang dipercayakan kepada lembaganya membawa tanggung jawab besar untuk dikembalikan dalam bentuk program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Prinsip kami sederhana, zakat harus memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, program-program yang dijalankan tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan penerima manfaat,” ujar Ayi Subhan Hafas.
Membangun Kemandirian Lewat Program Pemberdayaan
Selain bergerak di sektor sosial dan kemanusiaan, BAZNAS Sumedang juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sejumlah program pemberdayaan. Salah satunya Balai Ternak Binaan, yang memberikan pendampingan kepada peternak agar produktivitas usaha mereka meningkat sekaligus memperkuat ekonomi keluarga. Program ini menjadi bagian dari upaya mengubah pola bantuan konsumtif menjadi bantuan produktif.
BAZNAS Sumedang juga mengembangkan program Z-Mart, sebuah bentuk pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan pemilik warung kecil agar mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik.
Menurut Ayi, pendekatan pemberdayaan ekonomi ini penting karena zakat tidak hanya bertujuan meringankan kesulitan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian.
“Harapannya, mustahik atau penerima manfaat bisa meningkat taraf hidupnya. Bahkan ke depan, mereka dapat menjadi pihak yang ikut berzakat dan membantu sesama,” katanya.
Hadir untuk Kebutuhan Mendesak Masyarakat
Di bidang layanan sosial, BAZNAS Sumedang menghadirkan sejumlah program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Layanan ambulans gratis menjadi salah satu program yang paling banyak dimanfaatkan warga, terutama untuk kebutuhan darurat dan pelayanan kesehatan.
Selain itu, bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas terus diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Program khitanan massal gratis juga mendapat sambutan positif, karena memungkinkan anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga.
Ayi menegaskan, keberhasilan berbagai program tersebut tidak terlepas dari kepercayaan para muzaki atau pembayar zakat yang menyalurkan dananya melalui BAZNAS Sumedang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Sumedang. Kepercayaan itu menjadi amanah yang terus kami jaga melalui program-program yang transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan berbagai program yang terus berjalan, BAZNAS Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan instrumen sosial yang menghadirkan perubahan nyata, menguatkan ekonomi masyarakat, dan memperluas jangkauan kepedulian di tengah kehidupan sosial Kabupaten Sumedang. (ES/NR01)