
Asep Ronny Hidayat, Legislator Sumedang Tembus Publikasi SINTA 3
SUMEDANG, Narasi.id – Menjadi anggota legislatif sekaligus peneliti aktif bukan perkara mudah. Namun Asep Ronny Hidayat, S.AP membuktikan bahwa kesibukan politik tidak harus memadamkan semangat ilmiah.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumedang sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang ini berhasil menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3, sebuah capaian yang jarang dicapai oleh kalangan legislator daerah.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Program Pasca sarjana dan Profesi Universitas Majalengka (UNMA), Asep Ronny Hidayat bersama Yogi Bahari menerbitkan artikel berjudul “The Influence of Knowledge, Experience, and Motivation on Tutor Performance in PKBM Gegesik” pada JURAGAN: Jurnal Ragam Pengabdian-Penelitian. Artikel tersebut mengkaji pengaruh pengetahuan, pengalaman, dan motivasi terhadap kinerja tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), tema yang sangat relevan dalam upaya penguatan kualitas pendidikan nonformal di Indonesia.
Kebijakan Publik Harus Ditopang Riset
Asep Ronny menegaskan, publikasi ilmiah bukan sekadar kewajiban akademik. Baginya, penelitian adalah jembatan antara data dan kebijakan.
“Kebijakan publik yang baik harus ditopang oleh data, penelitian, dan kajian ilmiah yang kuat. Karena itu, dunia akademik dan dunia politik sejatinya tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan untuk menghasilkan kebijakan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Penelitian yang ia lakukan berangkat dari keprihatinan terhadap kualitas pendidikan non formal, sektor yang selama ini berperan strategis dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia, namun kerap luput dari perhatian serius.
“PKBM adalah instrumen penting dalam pemerataan pendidikan. Melalui penelitian ini, kami ingin mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja tutor, sehingga proses pembelajaran masyarakat menjadi lebih efektif dan terukur,” katanya.
Komisi IV dan Komitmen terhadap Ilmu Pengetahuan
Sebagai Ketua Komisi IV, Asep Ronny memandang literasi akademik sebagai bekal esensial seorang pengambil kebijakan. Menurutnya, pemimpin yang berhenti belajar akan kehilangan kemampuan membaca dinamika sosial yang terus berkembang.
“Belajar adalah proses yang tidak mengenal jabatan maupun usia. Ketika seorang pemimpin berhenti belajar, kemampuan memahami perubahan dan kebutuhan masyarakat pun akan semakin terbatas,” ungkapnya.
Pandangan ini yang mendorongnya tetap aktif dalam kegiatan penelitian dan penulisan ilmiah, di tengah padatnya agenda legislasi, rapat komisi, dan kunjungan kerja.
Inspirasi bagi Politisi dan Praktisi
Keberhasilan Asep Ronny menembus jurnal terakreditasi SINTA 3 memperlihatkan bahwa ranah politik dan akademik tidak harus berjalan di jalur yang berbeda. Di tengah kompleksitas tantangan pembangunan daerah, kehadiran figur publik yang berorientasi riset menjadi preseden positif yang patut ditiru.
“Budaya meneliti dan menulis perlu terus didorong. Dari penelitian lahir gagasan, dan dari gagasan lahir perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa kontribusi seorang legislator tidak melulu diukur dari produk kebijakan dan program pembangunan, tetapi juga dari kontribusi intelektual yang dapat menjadi rujukan pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas layanan publik.
Asep Ronny Hidayat membuktikan: seorang politisi daerah pun mampu hadir sebagai insan akademik yang menghasilkan karya riset bermakna bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat Sumedang. (ES/NR01)