
Sonia Sugian, Perempuan Tangguh yang Mengusung Semangat Perubahan dan Politik Pengabdian
SUMEDANG, Narasi.id – Panggung politik nasional kini semakin ramai diwarnai wajah-wajah perempuan yang membuktikan bahwa kursi kekuasaan bukan sekadar posisi, melainkan ladang pengabdian. Salah satu wajah itu adalah Sonia Sugian, S.H., M.H., M.Tr.IP., sosok yang menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tumbuh dari dedikasi, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat, bukan semata dari gelar yang disandang.
Perempuan kelahiran Bandung, 16 Mei 1975 ini kini mengemban amanah sebagai Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumedang sekaligus Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Dua peran ini ibarat dua tangan yang saling menopang, satu merumuskan arah kebijakan, satu lagi mengawal agar kebijakan tersebut benar-benar berpihak pada kepentingan publik.
Bekal akademik Strata 2 (S2) Hukum dan Pemerintahan menjadi pijakan kuat baginya dalam memahami tata kelola pemerintahan dan regulasi daerah. Fondasi keilmuan ini bukan sekadar gelar di atas kertas, melainkan kompas yang menuntun langkahnya sebagai legislator, terutama dalam mengawal kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sebagai politisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Sonia Sugian meraih kepercayaan publik lewat 8.909 suara pada Pemilu Legislatif. Angka tersebut bukan sekadar catatan statistik. Angka ini adalah amanah yang terus ia rawat melalui rangkaian aktivitas politik yang berorientasi pada pelayanan publik.
Mengawal Kebijakan dari Ruang Sidang hingga Forum Nasional
Selama menjalankan tugas di DPRD Kabupaten Sumedang, Sonia Sugian aktif memperjuangkan isu-isu strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga pembangunan daerah. Ia turut mewarnai pembahasan berbagai rancangan peraturan daerah, merajut regulasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Komitmen tersebut tidak berhenti di ruang sidang legislatif. Sonia turun langsung menyerap aspirasi warga, menjadikan setiap masukan masyarakat sebagai bahan baku bagi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Jangkauan kiprahnya pun melampaui batas kabupaten. Sonia Sugian aktif mengikuti berbagai forum diskusi dan pembahasan kebijakan di tingkat regional maupun nasional, memperluas wawasan sekaligus memperkuat jaringan kerja sama. Dari forum-forum tersebut, ia membawa pulang gagasan inovatif untuk diramu menjadi kebijakan yang mendukung kemajuan Kabupaten Sumedang. Perhatiannya juga merentang pada isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Politik sebagai Panggilan Pengabdian
Bagi Sonia Sugian, politik bukan panggung untuk mengejar kekuasaan, melainkan ruang pengabdian kepada masyarakat. Prinsip ini tercermin dalam komitmennya bekerja secara profesional, menjaga integritas, dan mengedepankan kepentingan publik dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Karakternya yang sederhana, terbuka, dan dekat dengan masyarakat menjadi jembatan komunikasi antara dirinya dan berbagai elemen masyarakat, sekaligus wujud nyata dari fungsi representasi rakyat yang ia emban.
Perjalanan kariernya di dunia politik menjadi bukti bahwa kerja keras, kompetensi, dan konsistensi mampu menumbuhkan kepercayaan publik, layaknya akar yang menopang pohon agar tetap berdiri kokoh meski diterpa angin perubahan zaman. Semangat itulah yang terus dibawa Sonia Sugian dalam mengawal pembangunan Kabupaten Sumedang menuju daerah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
“Politik bukan sekadar jabatan, tetapi tentang pengabdian. Mengabdi untuk rakyat, membawa perubahan demi kemajuan bersama,” demikian prinsip yang terus melekat dalam setiap langkah pengabdiannya sebagai wakil rakyat. (ES/NR01)