
Hari Anak Nasional Jadi Momentum Berbagi, Sonia Sugian Santuni Anak Yatim di Sumedang
SUMEDANG, Narasi.id – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 dimaknai dengan cara berbeda oleh Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Golkar, Sonia Sugian, S.H., M.H., M.Tr.IP. Bagi legislator tersebut, peringatan yang jatuh setiap 23 Juli bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian, khususnya anak yatim.
Semangat itu diwujudkan melalui kegiatan pengajian dan santunan anak yatim yang berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai keagamaan. Puluhan anak mengikuti rangkaian acara dengan khidmat, mulai dari doa bersama hingga penyerahan santunan yang diharapkan menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus menatap masa depan dengan optimisme.
Sonia menilai Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa anak adalah aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan dipenuhi hak-haknya. Perhatian terhadap anak, menurutnya, tidak cukup diwujudkan melalui kebijakan semata, tetapi juga melalui aksi nyata yang menghadirkan kasih sayang dan kepedulian di tengah kehidupan sosial.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta, perhatian, dan kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya. Karena itu, kepedulian terhadap anak, terutama anak yatim, harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Sonia.
Budaya berbagi, menurutnya, harus terus ditanamkan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Santunan yang diberikan tidak diukur dari besar kecilnya nilai materi, melainkan dari keikhlasan dan harapan untuk menghadirkan kebahagiaan serta menguatkan semangat anak-anak dalam menjalani kehidupan.
Ajak Kolaborasi Semua Pihak
Sonia juga mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap anak yatim sebagai gerakan bersama yang tidak berhenti pada momen Hari Anak Nasional saja. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat, menurutnya, memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Suasana religius semakin terasa ketika para peserta mengikuti pengajian yang diisi pesan-pesan tentang pentingnya kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan anak yatim sebagai golongan yang harus dimuliakan dan diberikan perhatian.
Dalam kegiatan itu disampaikan pula hadis riwayat Thabrani, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memberi makan dan minum anak yatim hingga merasa cukup, maka dia dijauhkan dari neraka sejauh jarak perjalanan tujuh puluh tahun.”
Melalui kegiatan pengajian dan santunan anak yatim dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 ini, Sonia Sugian berharap semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian yang dilakukan secara konsisten diyakininya akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia, berempati, dan peduli terhadap sesama sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih kuat dan berkeadilan. (ES/NR01)