Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
Home/Advetorial/Sonia Sugian dan Gerakan Moral Sumedang: Dari Kepedulian Menjadi Gerakan Nyata
AdvetorialCatatan Elang Salamina

Sonia Sugian dan Gerakan Moral Sumedang: Dari Kepedulian Menjadi Gerakan Nyata

By admin
Agustus 16, 2026 4 Min Read
0

GERAKAN penolakan maksiat di Kabupaten Sumedang patut mendapat apresiasi. Bukan karena persoalan sosial ini mudah dibicarakan, tetapi justru karena ada keberanian untuk membawanya keluar dari ruang obrolan dan menjadikannya bagian dari perhatian publik.

Salah satu sosok yang konsisten mendorong gerakan tersebut adalah Sonia Sugian, anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Golkar sekaligus Ketua KPPG Sumedang.

Sonia melihat persoalan sosial bukan sekadar urusan moral yang selesai dengan ceramah atau deklarasi. Ada pekerjaan yang lebih besar di belakangnya: bagaimana mencegah, bagaimana melindungi generasi muda, bagaimana keluarga mendapatkan pendampingan, dan bagaimana pemerintah memiliki sistem yang benar-benar bekerja.

Persoalan itu semakin terasa ketika Dinas DPPKBP3A Sumedang menyebut telah mendeteksi 120 kasus penyimpangan sosial. Angka tersebut seharusnya tidak membuat masyarakat sibuk memperdebatkan angka semata.

Justru sebaliknya.

120 kasus harus menjadi alarm. 

Sebab angka yang tercatat adalah kasus yang berhasil ditemukan atau dilaporkan. Di lapangan, selalu ada kemungkinan persoalan yang belum muncul ke permukaan karena keluarga memilih diam, korban takut melapor, atau masyarakat belum mengetahui ke mana harus meminta bantuan.

Di sinilah gerakan Sonia menemukan relevansinya.

Ia tidak sekadar mengatakan bahwa persoalan tersebut harus dihentikan. Sonia mendorong agar Pemerintah Kabupaten Sumedang membangun mekanisme penanganan yang lebih jelas melalui pembentukan Satgas khusus dengan SK Bupati.

Gagasannya sederhana, tetapi penting: jangan biarkan persoalan sosial berjalan sendiri-sendiri sementara lembaga pemerintah bekerja dalam ruang masing-masing.

Dinas Kesehatan memiliki peran. Dinas Pendidikan memiliki peran. Dinas Sosial memiliki peran. DPPKBP3A memiliki peran. Sekolah dan pesantren punya ruang edukasi. Tokoh agama dan masyarakat memiliki kekuatan sosial. Pemerintah daerah memiliki kewenangan kebijakan.

Kalau semuanya berjalan sendiri, energi besar itu mudah tercerai-berai.

Tetapi jika disatukan dalam satu sistem, gerakan moral bisa berubah menjadi gerakan perlindungan sosial yang nyata.

Satgas yang didorong Sonia idealnya bukan sekadar struktur di atas kertas. Ia harus bekerja dengan data, memiliki mekanisme pelaporan, melakukan edukasi pencegahan, menyediakan pendampingan keluarga, membuka akses konseling, melakukan rujukan profesional, dan mengevaluasi perkembangan kasus secara berkala.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya diberi pesan untuk menjauhi perilaku yang dianggap merusak tatanan sosial, tetapi juga diberikan jalan keluar ketika persoalan sudah terjadi.

Dari Mimbar Keagamaan ke Kebijakan Publik 

Pesan tersebut menjadi semakin kuat ketika gerakan ini hadir dalam kegiatan Istighosah dan Tasyakur HUT ke-81 RI yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ada doa, ada zikir, ada tausiah, tetapi juga ada pesan sosial.

Inilah yang menarik.

Peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai upacara dan perayaan. Ia diterjemahkan menjadi refleksi tentang bagaimana masyarakat Sumedang membangun lingkungan yang sehat dan melindungi generasi penerus.

Sonia berada dalam arus gerakan tersebut dengan membawa isu yang mungkin tidak selalu nyaman dibicarakan. Namun, justru isu-isu sensitif seperti inilah yang membutuhkan keberanian untuk dibahas secara terbuka, tentu dengan pendekatan edukatif, berbasis data, hukum, perlindungan, dan penghormatan terhadap martabat setiap warga.

Sebab gerakan moral yang kuat bukan gerakan yang gemar menghakimi.

Gerakan moral yang kuat adalah gerakan yang mencegah, melindungi, mendampingi, dan memberikan solusi.

Regulasi Jangan Sekadar Menjadi Nama 

Langkah berikutnya adalah regulasi.

Dorongan Sonia agar DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang menghadirkan payung hukum yang kuat perlu mendapat ruang pembahasan serius. Namun, regulasi tersebut harus dirancang secara komprehensif dan selaras dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Orientasinya harus jelas: perlindungan anak, penguatan ketahanan keluarga, pencegahan kekerasan dan eksploitasi seksual, kesehatan masyarakat, pendidikan karakter, keamanan ruang publik, layanan konseling, serta pencegahan berbagai bentuk penyakit sosial.

Dengan rumusan seperti itu, regulasi tidak berhenti sebagai simbol politik atau slogan moral.

Ia menjadi instrumen pemerintah untuk bekerja.

Lebih penting lagi, setiap regulasi harus memiliki definisi yang jelas, pembagian kewenangan yang tegas, mekanisme pengawasan, layanan pendampingan, dan evaluasi. Jangan sampai sebuah aturan dibuat dengan semangat besar, tetapi kehilangan daya ketika masuk ke tahap pelaksanaan.

Sonia dan Pekerjaan yang Belum Selesai

Apa yang dilakukan Sonia Sugian layak diapresiasi karena ia berusaha membawa persoalan sosial dari ruang keprihatinan menuju ruang kebijakan.

Sebagai anggota DPRD Fraksi Golkar sekaligus Ketua KPPG Sumedang, Sonia memiliki posisi strategis untuk menyuarakan aspirasi masyarakat sekaligus mendorong agar isu tersebut masuk dalam agenda pemerintah dan lembaga legislatif.

Namun, gerakan ini tidak boleh berhenti pada Sonia.

Ia harus menjadi gerakan bersama.

Pemerintah daerah perlu hadir dengan kebijakan. DPRD perlu mengawal regulasi. Dinas terkait harus bekerja berdasarkan data. Sekolah dan pesantren memperkuat edukasi. Keluarga menjadi benteng pertama. Tokoh agama dan masyarakat memperkuat pendampingan.

Sementara masyarakat perlu memiliki keberanian untuk peduli, melapor melalui jalur yang tepat, dan ikut menjaga lingkungan masing-masing.

Pada akhirnya, 120 kasus bukan sekadar angka. Ia adalah pesan bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.

Karena itu, keberanian Sonia Sugian mengangkat isu tersebut patut dilihat sebagai pintu masuk menuju pekerjaan yang lebih besar: membangun sistem perlindungan sosial yang lebih kuat di Kabupaten Sumedang.

Gerakan penolakan maksiat tidak cukup hanya dengan deklarasi.

Harus ada data. Harus ada Satgas. Harus ada edukasi. Harus ada konseling. Harus ada pendampingan. Dan harus ada regulasi yang kuat, jelas, adil, serta dapat dilaksanakan.

Jika semua itu bergerak bersama, Sumedang tidak hanya sedang menolak persoalan sosial.

Sumedang sedang membangun benteng bagi generasi mudanya.

Dan di situlah gerakan Sonia Sugian menemukan makna yang lebih besar: mengubah kepedulian menjadi kerja nyata, mengubah keresahan menjadi kebijakan, dan mengubah gerakan moral menjadi investasi sosial menuju Indonesia Emas 2045.

 

Penulis : Pemimpin Redaksi Narasi id, Elang Salamina 

Tags:

DPPKBP3A Sumedang.DPRD SumedangFraksi Golkargenerasi mudaGerakan MoralIndonesia Emas 2045Ketahanan KeluargaKPPG SumedangPenolakan MaksiatRegulasi SumedangSatgas SumedangSonia SugianSumedang
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Sekda Sumedang Dorong ASN Sumedang Jadi Teladan Bayar PBB, Momentum HUT RI ke-81

Next

Tiga Tahun Tak Mengajar di SD Sukakerta, Dapodik ASN AD Ternyata Belum Berpindah

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Recent Posts

    • Banjir Bandang Nepal-Tibet: Tragedi Alam dan Alarm Kesiapsiagaan Dunia
    • Lady Puspita: Wajah Muda Golkar dengan Kekuatan Elektoral
    • Tuti Ruswati, Motor Strategis di Balik Arah Pembangunan Sumedang 2027
    • Jaga Mutu Pembangunan, Revitalisasi SD Negeri Panyingkiran III Terapkan Standar Teknis 
    • Revitalisasi Kober Murai Sumedang Berjalan, Sarana Pendidikan dan Sanitasi Dibenahi

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Agustus 2026
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Oktober 2025
    • September 2025

    Categories

    • Advetorial
    • Baznas Sumedang
    • Catatan Elang Salamina
    • Destinasi Wisata
    • Detail Berita
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Internasional
    • Kabar Baznas
    • Kabar Desa
    • Kabar Parlemen
    • Kabar Sumedang
    • Olahraga
    • Opini
    • Parlemen
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sepak bola
    • Sosok
    • Sosok Inspiratif
    • Uncategorized
    Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
    • X
    • Instagram
    • Facebook
    • YouTube
    Work Experience

    Velora Labs

    Frontend Developer

    2021-present

    Luxora Digital

    Web Developer

    2019-2021

    Averion Studio

    Support Specialist

    2017-2019

    Available for Hire
    Get In Touch

    Recent Posts

    • Banjir Bandang Nepal-Tibet: Tragedi Alam dan Alarm Kesiapsiagaan Dunia
      oleh admin
      Agustus 27, 2026
    • The Hidden Potential of Bitcoin
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Kickstart Your Blogging Journey Today
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Morning Routines That Boost Your Productivity
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      Oktober 1, 2025

    Search...

    Technologies

    Figma

    Collaborate and design interfaces in real-time.

    Notion

    Organize, track, and collaborate on projects easily.

    DaVinci Resolve 20

    Professional video and graphic editing tool.

    Illustrator

    Create precise vector graphics and illustrations.

    Photoshop

    Professional image and graphic editing tool.

    Latest Posts

    • Yuslita Sumartini Bilqis, SM : Dari Dunia Usaha Menuju Sosok Perempuan Berpengaruh di Sumedang
      NAMA Yuslita Sumartini Bilqis, yang akrab disapa Bunda Bilqis, kini… Baca Selengkapnya: Yuslita Sumartini Bilqis, SM : Dari Dunia Usaha Menuju Sosok Perempuan Berpengaruh di Sumedang
    • Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
      SUMEDANG, Narasi.id — Kepedulian warga Dusun Cijelag, Desa Tomo, Kecamatan… Baca Selengkapnya: Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
    • Viral Dulu, Bantu Nanti? Janda Korban Kebakaran Ujungjaya Menanti “Keajaiban” Birokrasi Sumedang 
      SUMEDANG, Narasi.id – Api yang melumat habis rumah milik Lina… Baca Selengkapnya: Viral Dulu, Bantu Nanti? Janda Korban Kebakaran Ujungjaya Menanti “Keajaiban” Birokrasi Sumedang 
    Copyright 2026 — Narasi.ID. All rights reserved.