
Revitalisasi SLB ABC Doa Bunda Sumedang, Pemerintah Kucurkan Rp1,05 Miliar dari APBN 2026 untuk Pendidikan Inklusif
SUMEDANG, Narasi.id — Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, resmi mengucurkan anggaran sebesar Rp1.05 Miliar dari APBN tahun 2026 untuk merevitalisasi fasilitas SLB ABC Doa Bunda di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Program ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membenahi kualitas pendidikan khusus bagi peserta didik berkebutuhan khusus di daerah.
Kepala SLB ABC Doa Bunda, Yopi Margiono, S.Pd, menjelaskan, pelaksanaan proyek revitalisasi ini dipercayakan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan durasi pengerjaan selama 150 hari kalender. Lokasi pekerjaan berada di Jalan Kenanga, Gang Gandaria Lanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
Proyek ini mencakup sembilan item pekerjaan yang terbagi antara pembangunan baru dan rehabilitasi fasilitas yang sudah ada. Untuk pembangunan baru, meliputi dua ruang kelas baru, satu ruang perpustakaan, serta dua unit toilet. Sementara untuk rehabilitasi, mencakup dua ruang administrasi, lima ruang kelas, lapangan upacara, dan pagar sekolah. Keseluruhan item pekerjaan itu dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan ramah bagi siswa berkebutuhan khusus.
Yopi menegaskan, revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan secara menyeluruh. Fasilitas yang memadai, menurutnya, menjadi fondasi penting agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan bermartabat.
Program revitalisasi SLB ABC Doa Bunda ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mendorong pendidikan inklusif yang merata di seluruh Indonesia, memastikan setiap anak bangsa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas. (Pipik Sofyan)