
Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026, SMAN 1 Sumedang Perkuat Kebangkitan Pendidikan lewat Status Sekolah Maung dan Pancawaluya
SUMEDANG, Narasi.id – Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026, SMAN 1 Sumedang memperkuat kebangkitan pendidikan melalui status sebagai Sekolah Maung (Manusia Unggulan) Provinsi Jawa Barat dan implementasi nilai Pancawaluya sebagai fondasi pembentukan generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi catatan penting bagi SMAN 1 Sumedang setelah sekolah tersebut ditetapkan sebagai salah satu Sekolah Maung (Manusia Unggulan) di Jawa Barat. Capaian tersebut dipandang sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang menempatkan sekolah tidak hanya sebagai pusat pembelajaran akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan peserta didik.
Kepala SMAN 1 Sumedang, Titin Suryati Sukmadewi, S.Si., M.Pd, mengatakan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan seluruh ekosistem pendidikan dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.
“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya kesadaran bangsa, tetapi juga momentum untuk membangkitkan kualitas pendidikan. Terpilihnya SMAN 1 Sumedang sebagai Sekolah Maung menjadi amanah untuk menghadirkan pendidikan yang melahirkan manusia unggul,” ujar Titin.
Menurutnya, program Sekolah Maung (Manusia Unggulan) yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejalan dengan arah transformasi pendidikan di SMAN 1 Sumedang yang berfokus pada penguatan kompetensi akademik, karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan inovasi peserta didik.
Penguatan tersebut diintegrasikan dengan implementasi Pancawaluya, yaitu nilai pendidikan khas Jawa Barat yang menitikberatkan pembentukan peserta didik cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Nilai cageur menekankan kesehatan fisik dan mental peserta didik, bageur menguatkan akhlak dan kepedulian sosial, bener membentuk integritas, pinter mendorong kecerdasan akademik, sedangkan singer mengarahkan peserta didik menjadi pribadi yang cekatan, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Pendidikan saat ini tidak cukup hanya menghasilkan siswa yang unggul secara akademik. Pendidikan harus melahirkan generasi yang berkarakter, adaptif, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial. Pancawaluya menjadi fondasi untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.
Implementasi nilai Pancawaluya di SMAN 1 Sumedang diwujudkan melalui penguatan pembelajaran berbasis proyek, peningkatan literasi, pengembangan kepemimpinan siswa, digitalisasi pembelajaran, pembinaan prestasi, hingga pembiasaan budaya sekolah yang menanamkan gotong royong dan tanggung jawab.
Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026 juga memiliki relevansi kuat dengan arah kebijakan nasional di bidang pendidikan. Secara normatif, tujuan pendidikan nasional ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 yang menyatakan pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat.
Penguatan karakter juga dipertegas melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, sementara transformasi pembelajaran diperkuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang menitikberatkan pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik.
Dalam konteks tersebut, penetapan SMAN 1 Sumedang sebagai Sekolah Maung dinilai menjadi representasi arah pembangunan pendidikan Jawa Barat yang berorientasi pada pengembangan Manusia Unggulan.
Titin menegaskan bahwa kebangkitan pendidikan memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan mulai dari sekolah, keluarga, pemerintah hingga masyarakat.
“Harkitnas 2026 harus menjadi kebangkitan bersama bagi seluruh stakeholder pendidikan. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun peradaban dan melahirkan generasi unggul masa depan,” pungkasnya. (ES/NR01)