
Proyek Rekonstruksi Jalan SP Kirisik–Batas Sumedang/Garut Terus Berproses, Pelaksanaan dan K3 Menjadi Fokus Pembenahan
SUMEDANG, Narasi.id – Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas SP Kirisik (Wado)–Batas Sumedang/Garut terus berjalan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, aktivitas pekerjaan masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah pekerja dan alat berat untuk mempercepat penyelesaian proyek bernilai Rp7.580.577.682 tersebut.
Selama proses pekerjaan, berbagai aspek teknis maupun keselamatan kerja menjadi perhatian penting agar hasil pembangunan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Sejumlah pekerja terlihat tetap menjalankan aktivitas di area proyek dengan menggunakan perlengkapan keselamatan yang tersedia, sementara pelaksana proyek juga terus melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan di lapangan seiring perkembangan pekerjaan.
Evaluasi Lapangan Menjadi Bagian dari Proses Penyempurnaan
Pantauan di lokasi menunjukkan pemasangan saluran U-Ditch terus dikerjakan sebagai bagian dari sistem drainase jalan. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan yang dipengaruhi cuaca, sehingga beberapa tahapan teknis memerlukan penyesuaian agar kualitas konstruksi tetap terjaga.
Di sisi lain, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian bersama. Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) di lapangan dinilai perlu terus dilengkapi agar seluruh pekerja dapat bekerja dengan lebih aman dan nyaman sesuai standar pekerjaan konstruksi pemerintah.
Pengawasan dari berbagai pihak, baik penyedia jasa, konsultan pengawas maupun instansi terkait, diharapkan terus diperkuat selama proses pembangunan berlangsung. Kehadiran pengawas secara rutin di lapangan akan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, memenuhi standar mutu, serta menerapkan prinsip K3 secara optimal.
Dengan evaluasi yang terus dilakukan, proyek rekonstruksi jalan ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan menghasilkan infrastruktur yang lebih kokoh, aman, serta mampu meningkatkan konektivitas masyarakat di wilayah Wado hingga perbatasan Sumedang–Garut. (ES/NR01)