
DPD Al-Hidayah Sumedang Evaluasi Kinerja dan Distribusikan 938 KTA Tahap Pertama
SUMEDANG, Narasi.id — DPD Al-Hidayah Kabupaten Sumedang menggelar evaluasi bulanan sekaligus memperkuat tertib organisasi melalui distribusi 938 Kartu Tanda Anggota (KTA) tahap pertama kepada jajaran pengurus di tingkat desa dan kecamatan.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua DPD Al-Hidayah Kabupaten Sumedang, Hj. Yuslita Sumartini Bilqis, S.M., atau Bunda Bilqis, di Perumahan Islamic Center, Jumat (28/08), dihadiri jajaran pengurus DPD serta para Ketua DPC Desa dan Kecamatan se-Kabupaten Sumedang.
Evaluasi dilakukan untuk meninjau perkembangan program kerja, kelengkapan administrasi, serta memastikan koordinasi antara struktur organisasi berjalan secara berkelanjutan.
Bagi organisasi dengan struktur yang menjangkau hingga tingkat bawah, evaluasi berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program. Tanpa komunikasi dan administrasi yang tertata, program yang dirancang di tingkat organisasi berpotensi tidak berjalan optimal ketika diterapkan di lapangan.
Karena itu, forum evaluasi tidak hanya membahas laporan kegiatan. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang komunikasi bagi para pengurus untuk menyampaikan perkembangan di wilayah masing-masing sekaligus menyelaraskan langkah antara pengurus tingkat kabupaten, kecamatan dan desa.
Ketua DPD Al-Hidayah Kabupaten Sumedang, Hj. Yuslita Sumartini Bilqis, S.M., mengatakan evaluasi bulanan memiliki fungsi penting untuk menjaga kekompakan dan memperkuat komunikasi internal organisasi.
“Bagi kami, evaluasi bulanan bukan hanya agenda rutin. Di sinilah kita bisa duduk bersama, saling mendengar, mengevaluasi pekerjaan, sekaligus memperkuat komunikasi dan silaturahmi. Organisasi akan semakin kuat ketika pengurusnya kompak dan memiliki semangat yang sama,” tutur Bunda Bilqis.
Selain melakukan evaluasi, DPD Al-Hidayah Kabupaten Sumedang juga mendistribusikan sebanyak 938 KTA kepada para Ketua DPC Desa dan Kecamatan sebagai bagian dari pendataan dan penguatan basis keanggotaan organisasi.
KTA tersebut selanjutnya akan dibagikan kepada anggota di sejumlah kecamatan dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan hasil pendataan di masing-masing wilayah.
Distribusi KTA menjadi bagian dari upaya membangun administrasi keanggotaan yang lebih tertib. Kejelasan data anggota dinilai penting bukan hanya untuk mengetahui jumlah anggota, tetapi juga sebagai dasar bagi organisasi dalam menyusun program, memperkuat koordinasi dan memastikan struktur organisasi berjalan hingga tingkat bawah.
Menurut Bunda Bilqis, setiap anggota harus merasa memiliki posisi dan peran dalam perjalanan organisasi. Karena itu, pendataan melalui KTA menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ikatan antara organisasi dengan anggotanya.
“Kami ingin seluruh anggota merasa menjadi bagian penting dari Al-Hidayah. Karena itu, pendataan anggota melalui KTA juga penting. Mudah-mudahan ini menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi tertibnya organisasi dan semakin eratnya hubungan antar pengurus serta anggota,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Lebih penting dari itu adalah kemampuan menjaga komunikasi, membangun rasa saling percaya dan memastikan seluruh jajaran memahami tanggung jawabnya.
Dalam konteks tersebut, evaluasi bulanan menjadi instrumen untuk menjaga organisasi tetap bergerak dalam satu arah. Forum tersebut juga memberi ruang bagi pengurus untuk mengetahui persoalan yang dihadapi di lapangan sebelum berkembang menjadi hambatan yang lebih besar.
Bunda Bilqis mengajak seluruh jajaran pengurus untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah. Suasana kebersamaan yang terbangun menjadi pelengkap evaluasi organisasi yang tidak hanya berorientasi pada administrasi dan program kerja, tetapi juga pada penguatan hubungan antar jajaran.
Melalui evaluasi rutin dan penguatan administrasi keanggotaan, DPD Al-Hidayah Kabupaten Sumedang berupaya memastikan organisasi tidak hanya aktif menjalankan program, tetapi juga memiliki struktur, data dan komunikasi yang semakin tertata.
Sebab, organisasi yang bergerak hingga tingkat bawah membutuhkan lebih dari sekadar agenda kegiatan. Ia membutuhkan koordinasi yang konsisten, administrasi yang tertib dan kebersamaan yang terus dirawat agar setiap langkah yang dijalankan tetap memiliki arah dan tujuan yang sama. (ES/NR01)