
SMAN 1 Sumedang Gaungkan Kantin Zero Waste, Selaras dengan Semangat Pendidikan Panca Waluya
SUMEDANG, Narasi.id – SMAN 1 Sumedang terus memperkuat budaya sekolah ramah lingkungan melalui gerakan membawa wadah makan dan tumbler pribadi ke kantin sekolah. Kampanye bertajuk “Ayo Bawa Wadah dan Tumbler Sendiri” ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup bersih, hemat, dan peduli lingkungan di kalangan pelajar. Program tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat pendidikan Panca Waluya yang tengah dikembangkan di Jawa Barat.
Melalui poster edukasi yang dipasang di lingkungan sekolah, siswa diajak mendukung gerakan zero waste dengan membiasakan membawa tempat makan dan botol minum sendiri saat berbelanja di kantin. Selain mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, gerakan ini juga mendorong siswa lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Kepala SMAN 1 Sumedang, Titin Suryati Sukmadewi, S.Si., M.Pd mengatakan, program gerakan zero waste di sekolah memiliki dua manfaat, yakni menghemat biaya kemasan dan mendukung kantin tanpa plastik sekali pakai. Siswa juga diajak membangun kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
Sambung Titin, pendidikan saat ini tidak cukup hanya berfokus pada akademik, tetapi juga harus membentuk karakter dan kebiasaan baik siswa dalam kehidupan sehari hari.
Menurutnya, gerakan membawa wadah dan tumbler pribadi merupakan bagian dari pendidikan karakter yang nyata dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah.
“Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya budaya hidup sehat, disiplin, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab. Kebiasaan kecil seperti membawa wadah makan sendiri dapat melatih kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus membangun karakter positif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program tersebut memiliki keterkaitan erat dengan nilai nilai Panca Waluya yang menekankan pembentukan generasi cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Nilai cageur tercermin dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Nilai bageur muncul melalui kepedulian terhadap kebersihan bersama. Sementara nilai bener diwujudkan lewat kedisiplinan siswa menjalankan aturan dan kebiasaan baik di sekolah.
Selain itu, siswa juga dilatih menjadi pribadi pinter dan singer melalui kesadaran untuk mencari solusi sederhana terhadap persoalan sampah plastik yang kini menjadi perhatian banyak pihak.
Gerakan kantin zero waste di SMAN 1 Sumedang pun mendapat respons positif dari siswa. Selain dinilai lebih hemat, penggunaan wadah pribadi membuat siswa mulai terbiasa mengurangi sampah kemasan makanan dan minuman setiap hari.
Dengan pendekatan edukatif yang ringan namun konsisten, SMAN 1 Sumedang berharap budaya ramah lingkungan dapat menjadi bagian dari karakter siswa, bukan sekadar program sementara. Sekolah juga ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama setiap hari. (ES/NR01)