
Kadisdik Sumedang Resmikan Panggung Galuh Stansa di SMPN 1 Tanjungsari sebagai Simbol Penguatan Pendidikan Karakter
SUMEDANG, Narasi.id – Panggung Galuh Stansa resmi hadir di SMP Negeri 1 Tanjungsari sebagai simbol penguatan pendidikan karakter di Kabupaten Sumedang. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, meresmikan fasilitas tersebut pada Senin, 11 Mei 2026, dengan pesan tegas bahwa kesuksesan hanya lahir dari pembiasaan yang konsisten dan disiplin.
Peresmian Panggung Galuh Stansa di lingkungan SMPN 1 Tanjungsari berlangsung meriah, disambut antusias oleh para siswa, guru, dan tamu undangan. Eka Ganjar Kurniawan hadir mewakili Bupati Sumedang sekaligus menyampaikan motivasi kepada seluruh warga sekolah untuk terus membangun budaya prestasi.
Kadisdik Sumedang memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala SMPN 1 Tanjungsari, Edeng Sutarya, yang dinilai berhasil menggerakkan sekolah dengan berbagai inovasi nyata. Eka bahkan menyebut Edeng memiliki semangat “Embung Eleh”, yakni pantang menyerah dalam menghadirkan perubahan positif bagi sekolah.
Kepemimpinan Edeng Sutarya, menurut Eka, telah membangun standar kualitas tinggi yang menjadi kebanggaan SMPN 1 Tanjungsari. Ia berharap capaian tersebut terus dijaga oleh pimpinan berikutnya agar sekolah tidak mengalami kemunduran dan terus melaju.
Eka turut menjelaskan filosofi di balik nama Galuh yang bermakna batu permata. Filosofi itu mencerminkan harapan agar setiap siswa mampu mengasah potensi diri hingga tumbuh menjadi generasi unggul dan bernilai bagi masa depan bangsa.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan bukan sekadar soal infrastruktur fisik, melainkan tentang membangun ekosistem pendidikan yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berkarakter.
Suasana semakin hidup ketika Kadisdik berdialog langsung dengan para siswa mengenai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Salah seorang siswi kelas 8A, Amirah Layla, tampil percaya diri menjawab tantangan Kadisdik dengan sangat baik dan mendapat apresiasi hadirin.
Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, gemar belajar, berolahraga, bermasyarakat, tidur lebih awal, dan belajar dengan tekun. Eka menegaskan bahwa kebiasaan positif ini menjadi fondasi utama pembentukan karakter generasi muda yang tangguh.
Keberhasilan, tegas Eka, tidak datang secara tiba-tiba. Semua dibangun melalui proses pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya kepada siswa, Eka juga mengingatkan para guru akan pentingnya pendekatan deep learning dalam pembelajaran. Ia menekankan tiga prinsip utama yang harus diterapkan, yaitu pembelajaran dengan kesadaran penuh, pembelajaran yang bermakna, dan pembelajaran yang menyenangkan.
Melalui kehadiran Panggung Galuh Stansa, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang menargetkan SMPN 1 Tanjungsari semakin kuat sebagai sekolah aktif, kreatif, dan kompetitif dalam mencetak generasi muda berkarakter dan berprestasi. (ES/NR01)