Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
Home/Kabar Sumedang/Pengembang Bungkam, Warga Terlantar di Perumahan Bersubsidi Grandpark Jatihurip
Kabar Sumedang

Pengembang Bungkam, Warga Terlantar di Perumahan Bersubsidi Grandpark Jatihurip

By admin
Juni 2, 2026 2 Min Read
0

SUMEDANG, Narasi.id – Pengembang bungkam, warga terlantar di perumahan bersubsidi Grandpark Jatihurip. Tidak ada klarifikasi, tidak ada pertanggungjawaban, tidak ada itikad. Yang ada hanya diam yang makin keras maknanya di tengah tumpukan keluhan warga yang cicilan KPR-nya terus berjalan tanpa jeda, sementara fasilitas dasar yang dijanjikan tak kunjung hadir.

Diam bukan sekadar sikap. Dalam konteks ini, diam adalah pengakuan. Pengakuan bahwa orientasi pengembang (PT. Rahayu Putra EKS) memang tunggal: keuntungan. Kewajiban sosial yang melekat dalam skema perumahan bersubsidi rupanya hanya dekorasi di atas kertas proposal. Negara sudah memberi kemudahan pembiayaan, memperlancar perizinan, menyiapkan jalan mulus untuk bisnis. Balasannya? Fasilitas dasar yang mangkrak, konsumen yang dibiarkan menggantung, dan telepon yang tidak diangkat.

Perumahan bersubsidi bukan proyek bisnis biasa. Ada mandat sosial yang negara titipkan di sana, yakni menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ketika pengembang mengabaikan kewajiban dasarnya, yang runtuh bukan hanya kualitas bangunan, melainkan juga kepercayaan publik terhadap seluruh program ini.

Yang lebih menohok, muncul dugaan serius soal legalitas kepemilikan. Sertifikat rumah yang semestinya menjadi agunan nasabah di bank pemberi KPR disinyalir tidak berada pada posisi semestinya. Informasi yang berkembang mengarah pada dugaan bahwa dokumen itu justru digadaikan pengembang ke pihak lain. Jika dugaan ini benar, ini bukan lagi kelalaian biasa. Ini potensi kejahatan sistemik yang merugikan warga, bank, dan negara sekaligus.

Pemerintah daerah dan instansi pengawas pun tak luput dari sorotan. Ke mana pengawasan selama ini? Regulasi setebal apa pun tidak berguna jika tidak ada yang berani menegakkannya. Ketika pelanggaran dibiarkan berlarut, yang lahir bukan toleransi, melainkan preseden buruk: bahwa aturan boleh dilanggar asal cukup sabar menunggu reaksi.

Warga berada di ujung paling lemah dari ketimpangan ini. Mereka terikat komitmen finansial jangka panjang, namun tidak punya daya tawar untuk menuntut hak yang seharusnya sudah mereka terima sejak awal. Cicilan jalan terus, fasilitas jalan di tempat.

Kasus Grandpark Jatihurip bisa menjadi cermin buruk industri perumahan bersubsidi secara nasional, bukan hanya di Sumedang. Jika pola ini tidak dihentikan, maka di lokasi lain pun pengembang akan tahu: regulasi hanya formalitas, konsumen bisa diabaikan, dan bungkam adalah strategi bisnis yang aman.

Publik tidak butuh klarifikasi normatif. Yang dibutuhkan adalah tindakan konkret, sanksi nyata, dan keberanian aparat untuk memastikan bahwa bisnis properti tidak berjalan di atas pelanggaran. Tanpa itu, perumahan bersubsidi kehilangan makna dasarnya sebagai solusi, dan justru berubah menjadi jebakan bagi masyarakat yang paling layak dilindungi. (ES/NR01)

Tags:

Grandpark JatihuripHunian MBRInvestigasiKPR SubsidiPengembang NakalPerlindungan KonsumenPerumahan BersubsidiPropertiSertifikat RumahSumedang
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Kepala Sekolah Bangun Garasi Persib Bernilai Ratusan Juta demi Kecintaan kepada Maung Bandung

Next

Proyek Revitalisasi SLB Rahmah Dewi Sumedang Rp1 Miliar Disorot, Spesifikasi Teknis Diduga Dilanggar

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Recent Posts

    • Edi Askari dan Tradisi Intelektual dalam Politik Daerah
    • FORJIS Dua Tahun: Menjaga Nalar Publik di Tengah Arus Informasi Digital
    • Herman Suryatman, Birokrat yang Tumbuh dari Lapangan dan Ditempa oleh Tantangan
    • Proyek Revitalisasi SLB Rahmah Dewi Sumedang Rp1 Miliar Disorot, Spesifikasi Teknis Diduga Dilanggar
    • Pengembang Bungkam, Warga Terlantar di Perumahan Bersubsidi Grandpark Jatihurip

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Oktober 2025
    • September 2025

    Categories

    • Advetorial
    • Baznas Sumedang
    • Catatan Elang Salamina
    • Destinasi Wisata
    • Detail Berita
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Internasional
    • Kabar Baznas
    • Kabar Desa
    • Kabar Parlemen
    • Kabar Sumedang
    • Olahraga
    • Opini
    • Parlemen
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sepak bola
    • Sosok
    • Sosok Inspiratif
    • Uncategorized
    Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
    • X
    • Instagram
    • Facebook
    • YouTube
    Work Experience

    Velora Labs

    Frontend Developer

    2021-present

    Luxora Digital

    Web Developer

    2019-2021

    Averion Studio

    Support Specialist

    2017-2019

    Available for Hire
    Get In Touch

    Recent Posts

    • Edi Askari dan Tradisi Intelektual dalam Politik Daerah
      oleh admin
      Juni 4, 2026
    • The Hidden Potential of Bitcoin
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Kickstart Your Blogging Journey Today
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Morning Routines That Boost Your Productivity
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      Oktober 1, 2025

    Search...

    Technologies

    Figma

    Collaborate and design interfaces in real-time.

    Notion

    Organize, track, and collaborate on projects easily.

    DaVinci Resolve 20

    Professional video and graphic editing tool.

    Illustrator

    Create precise vector graphics and illustrations.

    Photoshop

    Professional image and graphic editing tool.

    Latest Posts

    • Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
      SUMEDANG, Narasi.id — Kepedulian warga Dusun Cijelag, Desa Tomo, Kecamatan… Baca Selengkapnya: Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
    • Ucapan Milangkala Sumedang: Taufiq Gunawansyah – Yuslita Sumartini Bilqis
    • Ucapan Hari Jadi Sumedang Ke-488
    Copyright 2026 — Narasi.ID. All rights reserved.