
HUT ke-81 RI, Agus Wahidin: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Pengabdian dan Kerja Nyata
SUMEDANG, Narasi.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi setiap anak bangsa untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan melalui kerja, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan H. Agus Wahidin, S.Pd., M.Si., Direktur Peningkatan Kualitas Perumahan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI. Ia menegaskan, kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui perayaan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Amanah yang diembannya saat ini, kata Agus, memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam menghadirkan hunian yang layak.
“Saya merasa sangat bersyukur mendapat amanah dalam jabatan saat ini, karena kiprah dan tugas serta fungsi saya langsung berurusan dengan pemenuhan kebutuhan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) seluruh Indonesia, yaitu pemenuhan rumah layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang saat ini telah berubah nama menjadi Program Bedah Rumah Merah Putih sebagai program unggulan Presiden Prabowo,” ujarnya.
Keterlibatannya di sektor perumahan, menurut Agus, memberikan pengalaman sekaligus tanggung jawab tersendiri. Rumah layak huni, ia menjelaskan, bukan sekadar persoalan fisik bangunan, tetapi berkaitan erat dengan kualitas kehidupan keluarga dan martabat masyarakat.
Program Bedah Rumah Merah Putih menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang membutuhkan dukungan. Agus menilai, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian penting dari agenda pembangunan nasional, sehingga kebijakan di sektor perumahan harus terus diarahkan agar memberikan manfaat nyata dan tepat sasaran.
Agus Wahidin merupakan pejabat asal Kabupaten Sumedang yang dilantik sebagai Direktur Peningkatan Kualitas Perumahan Kementerian PKP RI sejak 21 Februari 2025. Jabatan tersebut menempatkannya dalam ruang pengabdian berskala nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas perumahan bagi masyarakat.
Kemerdekaan dan Pengabdian
Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan, Agus memandang perjalanan Indonesia sebagai proses panjang yang harus terus diisi dengan kerja dan pengabdian. Semangat para pendiri bangsa, menurutnya, perlu diterjemahkan dalam konteks kekinian melalui profesionalisme, integritas, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Kemerdekaan, kata Agus, memberikan ruang bagi setiap anak bangsa untuk mengambil peran sesuai kapasitas dan tanggung jawab masing-masing.
“Apa pun posisi kita, pada prinsipnya ada tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik. Jabatan adalah amanah dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Pembangunan nasional, menurutnya, tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga bagaimana negara memastikan masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Dalam konteks itulah peningkatan kualitas perumahan menjadi bagian dari pekerjaan besar pembangunan manusia.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Ketika masyarakat merasakan manfaat pembangunan dan memiliki kehidupan yang semakin layak, di situlah salah satu makna kemerdekaan dapat kita wujudkan,” kata Agus.
Momentum HUT ke-81 RI menjadi refleksi bagi Agus untuk terus menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Dari Sumedang, ia kini mengemban tanggung jawab di tingkat nasional, dengan harapan setiap ikhtiar yang dilakukan dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Indonesia. (ES/NR01)