
Jembatan Cisudayaya Ganeas Dikerjakan Sesuai Spesifikasi Teknis
SUMEDANG, Narasi.id — Pekerjaan Perbaikan dan Pengembalian Fungsi Jembatan Cisudayaya di ruas Jalan Sumedang–Situraja KM 52+600, wilayah Ganeas, Kabupaten Sumedang, dipastikan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar yang telah ditetapkan. Nilai proyek ini mencapai sekitar Rp1,044 miliar.
Pejabat Pembuat Komitmen UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan IV, Suranta, S.T., menegaskan pengendalian pekerjaan menjadi bagian penting agar pelaksanaan di lapangan tetap berada dalam koridor teknis yang berlaku.
“Pihak kami selalu memastikan setiap pekerjaan di bawah kendali kami mengacu pada spesifikasi teknis. Ini menjadi perhatian karena kami ingin hasil pekerjaan benar-benar sesuai standar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, spesifikasi teknis bukan sekadar dokumen pelengkap, melainkan pedoman utama agar setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan standar yang ditetapkan.
Amanah yang Harus Dikerjakan Sungguh-Sungguh
Suranta mengaitkan hal tersebut dengan instruksi Gubernur Jawa Barat yang mengharuskan setiap pembangunan infrastruktur dikerjakan dengan baik dan kuat.
“Instruksi gubernur jelas, setiap pembangunan harus bagus dan kuat. Bagi kami ini adalah amanah yang harus dikerjakan sungguh-sungguh. Kami tidak ingin mengecewakan pemerintah daerah, apalagi masyarakat,” ujarnya.
Selain kualitas konstruksi, Suranta juga menaruh perhatian besar pada keselamatan para pekerja di lapangan.
“Keselamatan pekerja adalah prioritas kami. Kami ingin setiap orang yang terlibat dalam proyek ini pulang dengan selamat setiap harinya,” katanya.
Ia menyebut kualitas pekerjaan berkaitan erat dengan manfaat yang akan dirasakan masyarakat, sehingga pengawasan dan pengendalian terus dilakukan selama proyek berlangsung.
“Kami ingin setiap pekerjaan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat,” katanya optimistis.
Jembatan Cisudayaya merupakan bagian penting dari infrastruktur yang mendukung konektivitas warga di wilayah Ganeas dan sekitarnya. Pengembalian fungsi jembatan ini diharapkan memperlancar kembali mobilitas warga serta menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Suranta menambahkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari kualitas konstruksi dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. “Ini sesuai dengan amanat Jabar Istimewa. Kami ingin setiap pekerjaan yang dilaksanakan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya penuh keyakinan. (Elang Salamina)