Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
Home/Advetorial/Merdeka dari Kemiskinan : Zakat sebagai Proklamasi Kedua Baznas Sumedang 
AdvetorialBaznas SumedangKabar Baznas

Merdeka dari Kemiskinan : Zakat sebagai Proklamasi Kedua Baznas Sumedang 

By admin
Agustus 11, 2026 3 Min Read
0

SUMEDANG, Narasi.id — Delapan puluh satu tahun sudah Indonesia merdeka. Namun pertanyaannya kini bukan lagi sekadar bagaimana bangsa mengenang jasa para pahlawan, melainkan sejauh mana kemerdekaan itu benar-benar dirasakan rakyat kecil. Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., menyebutnya sebagai “proklamasi kedua”: kemerdekaan yang harus membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakberdayaan ekonomi.

Refleksi itu disampaikan Ayi jelang momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026. Baginya, seremoni tahunan hanyalah permukaan. Yang lebih substansial adalah evaluasi: sudah sejauh mana negara dan lembaga zakat menghadirkan kesejahteraan serta keadilan sosial bagi rakyatnya.

Tiga Alasan untuk Bersyukur, Sekaligus Berbenah 

Ayi merangkum tiga hal yang menjadi pijakan refleksi Baznas Sumedang di tahun ini. Pertama, kemerdekaan Indonesia adalah rahmat yang lahir dari perjuangan panjang para pendahulu. Kedua, bangsa ini kini memiliki landasan hukum nasional yang kokoh dalam pengelolaan zakat. Ketiga, kesadaran masyarakat berzakat terus tumbuh, tecermin dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang kian meningkat setiap tahun.

Meski demikian, angka penghimpunan yang tinggi bukan tujuan akhir. Pertanyaan yang sesungguhnya lebih menantang: seberapa jauh dana umat itu benar-benar mengubah nasib masyarakat?

Dari Charity Menuju Empowerment

Di sinilah letak gagasan besar Ayi. Zakat, katanya, harus menjadi instrumen strategis mewujudkan kemerdekaan sosial — kondisi ketika masyarakat lepas dari kemiskinan struktural, keterbatasan akses pendidikan, lemahnya kapasitas ekonomi, dan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar.

“Kemerdekaan harus bisa dirasakan oleh masyarakat dalam bentuk kehidupan yang lebih layak, kesempatan ekonomi yang lebih terbuka, dan masa depan yang lebih baik. Karena itu, perjuangan melawan kemiskinan merupakan bagian dari ikhtiar mengisi kemerdekaan,” tegas Ayi.

Zakat, lanjutnya, punya karakter unik: berakar dari solidaritas sosial, namun juga sarat dimensi spiritual. Dikelola secara profesional dan tepat sasaran, ZIS bisa menjadi kekuatan sosial-ekonomi yang menjembatani jurang antara kelompok mampu dan masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, paradigma pengelolaan zakat perlu terus bergeser, dari sekadar charity menuju empowerment. Bantuan konsumtif tetap penting untuk kondisi darurat, tetapi tidak boleh berhenti di situ. Mustahik butuh ruang untuk tumbuh lewat program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas, dukungan usaha, dan pendampingan berkelanjutan.

“Kita ingin bantuan yang diberikan tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini. Lebih jauh, harus ada upaya agar mustahik memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf kehidupannya dan pada waktunya dapat keluar dari ketergantungan,” ujarnya.

Akuntabilitas sebagai Fondasi Kepercayaan Publik 

Baznas Sumedang terus memperkuat dua sisi sekaligus: respons sosial cepat dan pemberdayaan ekonomi jangka panjang. Penyaluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan berjalan beriringan dengan program yang menyasar akar persoalan kemiskinan.

Tak kalah penting, Ayi menegaskan pentingnya tata kelola zakat yang akuntabel. Semakin besar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat, semakin besar pula tanggung jawab untuk mengelola setiap dana secara transparan, profesional, efektif, dan tepat sasaran. Sebab zakat bukan sekadar soal menghimpun dana — di dalamnya melekat amanah publik dan harapan masyarakat agar dana umat benar-benar berdampak nyata.

Dalam konteks pembangunan daerah, optimalisasi ZIS juga menjadi bagian penting dari ekosistem pengentasan kemiskinan. Kolaborasi lintas sektor — Baznas, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi sosial, hingga masyarakat luas, jadi kunci agar program pemberdayaan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Wajah Baru Perjuangan Kemerdekaan

Momentum HUT ke-81 RI mengingatkan bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan kini berwajah berbeda. Jika generasi terdahulu berjuang mengusir penjajah, generasi sekarang menghadapi tantangan yang tak kalah berat: kemiskinan, kesenjangan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan kerentanan ekonomi.

Bendera boleh berkibar, upacara boleh digelar, seremoni boleh dilaksanakan. Namun makna kemerdekaan akan jauh lebih terasa ketika seorang anak dari keluarga kurang mampu bisa bersekolah dengan layak, ketika keluarga miskin mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, dan ketika seorang mustahik punya kesempatan membangun usaha serta hidup mandiri.

Bagi Baznas Sumedang, mengisi kemerdekaan bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan bekerja untuk masa depan: mengoptimalkan ZIS, memperkuat pemberdayaan mustahik, dan menjadikan zakat sebagai senjata melawan kemiskinan. Sebab setelah 81 tahun Indonesia merdeka, perjuangan belum selesai. Kemerdekaan sejati adalah ketika kesejahteraan bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat. (ES/NR01) 

Tags:

Ayi Subhan HafasBaznas SumedangHUT RI ke-81kemiskinanPemberdayaan EkonomiZakat
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Anggota DPRD Jabar Edi Askari: Saatnya Indonesia ‘Naik Kelas’ di Usia 81 Tahun

Next

Ucapan HUT ke-81 RI -PT LKM

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Recent Posts

    • Kekuasaan Tidak Diimbangi Integritas Hanya Melahirkan Administrasi Tanpa Legitimasi
    • Banjir Bandang Nepal-Tibet: Tragedi Alam dan Alarm Kesiapsiagaan Dunia
    • Lady Puspita: Wajah Muda Golkar dengan Kekuatan Elektoral
    • Tuti Ruswati, Motor Strategis di Balik Arah Pembangunan Sumedang 2027
    • Jaga Mutu Pembangunan, Revitalisasi SD Negeri Panyingkiran III Terapkan Standar Teknis 

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Agustus 2026
    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Oktober 2025
    • September 2025

    Categories

    • Advetorial
    • Baznas Sumedang
    • Catatan Elang Salamina
    • Destinasi Wisata
    • Detail Berita
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Internasional
    • Kabar Baznas
    • Kabar Desa
    • Kabar Parlemen
    • Kabar Sumedang
    • Olahraga
    • Opini
    • Parlemen
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sepak bola
    • Sosok
    • Sosok Inspiratif
    • Uncategorized
    Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
    • X
    • Instagram
    • Facebook
    • YouTube
    Work Experience

    Velora Labs

    Frontend Developer

    2021-present

    Luxora Digital

    Web Developer

    2019-2021

    Averion Studio

    Support Specialist

    2017-2019

    Available for Hire
    Get In Touch

    Recent Posts

    • Kekuasaan Tidak Diimbangi Integritas Hanya Melahirkan Administrasi Tanpa Legitimasi
      oleh admin
      Agustus 27, 2026
    • The Hidden Potential of Bitcoin
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Kickstart Your Blogging Journey Today
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Morning Routines That Boost Your Productivity
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      Oktober 1, 2025

    Search...

    Technologies

    Figma

    Collaborate and design interfaces in real-time.

    Notion

    Organize, track, and collaborate on projects easily.

    DaVinci Resolve 20

    Professional video and graphic editing tool.

    Illustrator

    Create precise vector graphics and illustrations.

    Photoshop

    Professional image and graphic editing tool.

    Latest Posts

    • Yuslita Sumartini Bilqis, SM : Dari Dunia Usaha Menuju Sosok Perempuan Berpengaruh di Sumedang
      NAMA Yuslita Sumartini Bilqis, yang akrab disapa Bunda Bilqis, kini… Baca Selengkapnya: Yuslita Sumartini Bilqis, SM : Dari Dunia Usaha Menuju Sosok Perempuan Berpengaruh di Sumedang
    • Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
      SUMEDANG, Narasi.id — Kepedulian warga Dusun Cijelag, Desa Tomo, Kecamatan… Baca Selengkapnya: Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
    • Viral Dulu, Bantu Nanti? Janda Korban Kebakaran Ujungjaya Menanti “Keajaiban” Birokrasi Sumedang 
      SUMEDANG, Narasi.id – Api yang melumat habis rumah milik Lina… Baca Selengkapnya: Viral Dulu, Bantu Nanti? Janda Korban Kebakaran Ujungjaya Menanti “Keajaiban” Birokrasi Sumedang 
    Copyright 2026 — Narasi.ID. All rights reserved.