Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
Home/Pendidikan/Uang Negara Rp1,1 Miliar untuk SLB Raharja: Fondasi Asal Tancap, Panitia Tak Paham Konstruksi
Pendidikan

Uang Negara Rp1,1 Miliar untuk SLB Raharja: Fondasi Asal Tancap, Panitia Tak Paham Konstruksi

By admin
April 29, 2026 2 Min Read
0

SUMEDANG, Narasi.id — Negara mengucurkan Rp1.113.557.000 dari APBN 2026 untuk merevitalisasi SLB Negeri Raharja Tanjungsari. Angka yang cukup besar untuk membangun ruang belajar yang layak bagi anak berkebutuhan khusus. Sayangnya, uang itu tampaknya lebih layak disebut investasi dalam bangunan bermasalah daripada investasi dalam pendidikan.

Temuan di lapangan berbicara lebih keras dari siaran pers mana pun. Fondasi bangunan dibangun tanpa penggalian yang memadai. Besi stek sekadar ditancapkan ke tanah, tanpa diikat ke tulangan bawah. Dalam kamus teknik sipil, ini bukan kelalaian teknis, ini adalah cara paling efisien untuk membangun bangunan yang kelak runtuh sendiri. Fondasi yang seharusnya menahan beban justru diperlakukan seperti hiasan taman.

Ruang kelas baru yang dibangun di atas proyek ini tak kalah mengkhawatirkan. Jarak cincin besi mencapai 20 cm, jauh melampaui batas aman 15 cm. Lima sentimeter mungkin terdengar remeh bagi awam. Bagi insinyur, itu selisih antara struktur yang kokoh dan bangunan yang tinggal menunggu giliran retak.

Namun yang paling menohok bukan soal besi atau fondasi. Gunawan, salah satu panitia pembangunan, dengan jujur mengaku tidak memahami aspek konstruksi sama sekali dan menyerahkan semuanya kepada wakil kepala sekolah. Pengakuan yang terdengar polos, sekaligus menampar keras logika dasar tata kelola proyek publik. Panitia yang tidak paham konstruksi mengawasi proyek konstruksi miliaran rupiah. Ironi ini bukan satir, ini fakta.

Publik berhak mengajukan pertanyaan yang terang benderang: siapa konsultan pengawasnya, ke mana laporan teknisnya, dan apakah ada pihak berwenang yang benar benar turun ke lapangan sebelum pekerjaan ini dilanjutkan?

Revitalisasi seharusnya menghadirkan ruang aman bagi anak anak yang sudah cukup berjuang menghadapi keterbatasan mereka. Bukan menghadirkan bangunan yang sejak tiang pertama ditancapkan sudah menyimpan benih masalah struktural. Lebih getir lagi, semua ini berlangsung di bawah spanduk program peningkatan mutu pendidikan nasional.

Jika temuan ini dibiarkan berlalu tanpa tindakan nyata, maka proyek ini bukan sekadar gagal secara teknis. Ia mencederai kepercayaan publik, mengkhianati anak anak berkebutuhan khusus yang menjadi alasan proyek ini ada, dan membuktikan bahwa anggaran besar tanpa pengawasan kompeten hanyalah cara mahal untuk menghasilkan bangunan bermasalah.

Uang negara sudah keluar. Pertanyaannya sekarang satu: adakah keberanian untuk menghentikan, mengoreksi, dan mempertanggungjawabkan? (P. Sofian)

Tags:

APBN 2026Konstruksi BermasalahPendidikan InklusifRevitalisasi SekolahSLB Raharja
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Pengadaan Barang dan Jasa Bukan Lagi Urusan Administrasi, Ini Denyut Nadi Pembangunan Sumedang

Next

Infrastruktur Jadi Basis Transformasi Pembelajaran, Disdik Sumedang Prioritaskan Sekolah Paling Mendesak

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Recent Posts

    • SPMB Sumedang 2026 Tetap Gunakan Skema Tahun Lalu, Kadisdik Pastikan Seleksi Transparan
    • Kebangkitan Nasional 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Pendidikan Sumedang
    • Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026, SMAN 1 Sumedang Perkuat Kebangkitan Pendidikan lewat Status Sekolah Maung dan Pancawaluya
    • Peningkatan Jalan Lingkungan Cirangkong dan TPT RW 08–09 Kelurahan Cipameungpeuk Dimulai
    • Infaq Rp.2.000, Manfaat Nyata bagi Masyarakat

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Mei 2026
    • April 2026
    • Oktober 2025
    • September 2025

    Categories

    • Advetorial
    • Baznas Sumedang
    • Catatan Elang Salamina
    • Destinasi Wisata
    • Detail Berita
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Kabar Baznas
    • Kabar Desa
    • Kabar Parlemen
    • Kabar Sumedang
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sepak bola
    • Sosok
    • Sosok Inspiratif
    • Uncategorized
    Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
    • X
    • Instagram
    • Facebook
    • YouTube
    Work Experience

    Velora Labs

    Frontend Developer

    2021-present

    Luxora Digital

    Web Developer

    2019-2021

    Averion Studio

    Support Specialist

    2017-2019

    Available for Hire
    Get In Touch

    Recent Posts

    • SPMB Sumedang 2026 Tetap Gunakan Skema Tahun Lalu, Kadisdik Pastikan Seleksi Transparan
      oleh admin
      Mei 21, 2026
    • The Hidden Potential of Bitcoin
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Kickstart Your Blogging Journey Today
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Morning Routines That Boost Your Productivity
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      Oktober 1, 2025

    Search...

    Technologies

    Figma

    Collaborate and design interfaces in real-time.

    Notion

    Organize, track, and collaborate on projects easily.

    DaVinci Resolve 20

    Professional video and graphic editing tool.

    Illustrator

    Create precise vector graphics and illustrations.

    Photoshop

    Professional image and graphic editing tool.

    Latest Posts

    • Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
      SUMEDANG, Narasi.id — Kepedulian warga Dusun Cijelag, Desa Tomo, Kecamatan… Baca Selengkapnya: Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
    • Ucapan Milangkala Sumedang: Taufiq Gunawansyah – Yuslita Sumartini Bilqis
    • Ucapan Hari Jadi Sumedang Ke-488
    Copyright 2026 — Narasi.ID. All rights reserved.