
Cipta Karya DPUTR Sumedang 2026: Bangun Infrastruktur yang Kadeuleu, Karampa, dan Karasa
SUMEDANG, Narasi.id | Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya mengawal pembangunan infrastruktur yang benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat pada tahun 2026.
Komitmen ini selaras dengan semangat pembangunan Kabupaten Sumedang yang tertuang dalam slogan “Sumedang Membumi: Kadeuleu, Karampa, Karasa“, yakni pembangunan yang terlihat, tersentuh, dan dirasakan langsung oleh warga.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Kabupaten Sumedang, Hendra Nugraha, mengatakan pihaknya akan berupaya maksimal mengimplementasikan seluruh program agar selaras dengan visi tersebut.
“Bidang Cipta Karya memiliki tugas yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari air bersih, sanitasi, drainase lingkungan, penataan kawasan, hingga rehabilitasi gedung pelayanan publik. Karena itu, kami berusaha keras agar setiap program benar-benar bisa kadeuleu, karampa, dan karasa oleh masyarakat,” ujarnya.
Salah satu program unggulan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah pedesaan. Bagi Hendra, akses air bersih bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.
“Air bersih adalah kebutuhan utama. Ketika masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak, dampaknya sangat besar terhadap kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup mereka. Ini menjadi salah satu fokus utama kami,” katanya.
Peningkatan sanitasi lingkungan dan pembangunan drainase turut menjadi perhatian serius, terutama di kawasan permukiman padat yang kerap dilanda genangan saat musim hujan. Hendra menegaskan, persoalan drainase kerap dianggap remeh padahal dampaknya sangat besar terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan warga.
“Drainase yang baik akan mengurangi genangan, mencegah kerusakan jalan, dan menjaga lingkungan tetap sehat. Begitu juga sanitasi, ini adalah fondasi penting dalam pembangunan daerah,” jelasnya.
Kualitas di Atas Kecepatan
Rehabilitasi gedung pelayanan publik seperti kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan ruang layanan masyarakat juga masuk dalam daftar prioritas Cipta Karya 2026. Hendra menekankan bahwa pelayanan publik yang baik harus ditopang oleh sarana yang layak, bukan sekadar cukup.
Di atas semua program itu, kualitas pekerjaan tetap menjadi garis yang tidak boleh dikompromikan.
“Kami ingin pembangunan yang berkualitas, bukan sekadar cepat selesai. Masyarakat sekarang sangat kritis, mereka menilai hasilnya. Karena itu pengawasan dan kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia berharap Program Cipta Karya 2026 mampu menghadirkan wajah pemerintah yang nyata di tengah masyarakat, bukan hanya melalui peresmian, tetapi melalui manfaat yang benar-benar terasa setiap hari.
“Pembangunan terbaik bukan yang paling megah, tetapi yang paling terasa manfaatnya. Itu yang ingin kami wujudkan melalui semangat Sumedang Membumi,” pungkasnya. (ES/NR01)