
Refleksi Hari Jadi Sumedang ke 448, Atang Setiawan Sebut Momentum Krusial Uji Dampak Pembangunan
SUMEDANG, Narasi.id – Refleksi Hari Jadi Sumedang ke-448 menjadi momentum krusial untuk menguji sejauh mana arah pembangunan benar benar dirasakan masyarakat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumedang, Atang Setiawan, SE, menegaskan bahwa peringatan tahun ini tidak boleh berhenti pada seremoni melainkan harus melahirkan dampak nyata.
Dalam refleksi Hari Jadi Sumedang ke- 448, Atang secara tegas menyampaikan, tagline Sumedang Membumi tidak boleh hanya menjadi jargon, tapi harus kadeleu, karasa, karampa, karena itulah hakekat eksistensi pemerintah. Dengan kata lain, makna membumi harus diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat, menyentuh kebutuhan dasar, serta mempercepat pemerataan kesejahteraan.
Menurut Atang, Sumedang Membumi harus diterjemahkan sebagai pembangunan yang hadir di tengah masyarakat bukan hanya terlihat di pusat kota. Ia menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke desa desa agar manfaatnya dirasakan secara luas dan adil.
Atang juga menilai bahwa kekuatan Sumedang terletak pada keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kekayaan budaya lokal. Dalam konteks ini slogan Kota digital dan budaya harus menjadi arah strategis yang dijalankan secara konsisten bukan sekadar identitas simbolik.
Ia menjelaskan bahwa digitalisasi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan publik, mempercepat birokrasi serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Di sisi lain pelestarian budaya harus tetap menjadi fondasi agar Sumedang tidak kehilangan jati dirinya di tengah arus modernisasi.
Dalam refleksi Hari Jadi Sumedang ke- 448, Atang juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang responsif dan kolaboratif. Ia mengajak seluruh elemen mulai dari pemerintah legislatif hingga masyarakat untuk bergerak dalam satu visi yang sama yaitu membangun Sumedang yang kuat berdaya saing dan berakar pada nilai lokal.
Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak ringan sehingga diperlukan keberanian dalam mengambil langkah strategis yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Momentum Hari Jadi Sumedang ke 448 menurutnya harus menjadi titik evaluasi sekaligus akselerasi pembangunan.
Di akhir refleksi Hari Jadi Sumedang ke- 448, Atang menyampaikan optimisme bahwa dengan semangat Sumedang Membumi serta penguatan visi Kota digital dan budaya Sumedang mampu melompat lebih jauh menjadi daerah unggulan di tingkat nasional. (ES/NR01)