
Hotmix Tipis, Transparansi Lebih Tipis: Proyek Jalan Desa Panyindangan oleh CV Hanoman Jaya Perkasa Jadi Sorotan
SUMEDANG, Narasi.id – Proyek jalan hotmix di Desa Panyindangan yang dikerjakan CV. Hanoman Jaya Perkasa kini menjadi sorotan publik. Pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa 2026 itu diduga menyimpan sejumlah kejanggalan, mulai dari tidak adanya papan proyek sebagai bentuk transparansi hingga ketebalan hormix yang disebut tidak sesuai standar teknis.
Di lapangan, ketebalan hormix yang idealnya mencapai sekitar 3 sentimeter diduga hanya dikerjakan kurang dari 2 sentimeter. Selisih yang di atas kertas mungkin terlihat kecil, namun dalam urusan kualitas jalan dan akuntabilitas anggaran, angka itu bisa menjadi soal besar.
Sorotan paling tajam mengarah pada proyek jalan hotmix di Dusun Dangdeur dengan nilai anggaran sekitar Rp65 juta dari Dana Desa 2026. Meski angka anggarannya tidak kecil, hasil pengerjaan justru dinilai jauh dari memuaskan. Proses pekerjaan disebut tidak menggunakan alat yang semestinya, memunculkan kesan bahwa kualitas teknis kalah cepat oleh target penyelesaian.
Ironisnya, proyek yang seharusnya menjadi wajah pembangunan desa justru memunculkan kesan sebaliknya. Jalan dibangun untuk memperlancar mobilitas warga, namun jika mutu dikerjakan sekadarnya, yang mulus bisa jadi hanya laporan administrasinya.
Dugaan persoalan lain juga muncul pada pekerjaan hotmix di Dusun Burujul yang juga dilaksanakan CV. Hanoman Jaya Perkasa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut sejatinya dijadwalkan pada akhir tahun 2025, namun realisasinya baru berlangsung pada April 2026.
Keterlambatan pelaksanaan ini menambah daftar pertanyaan mengenai tata kelola perencanaan proyek dan penggunaan Dana Desa. Publik tentu berhak mengetahui alasan molornya pekerjaan, terlebih ketika kualitas fisik di lapangan juga sedang menjadi sorotan.
Jika dugaan ini benar, maka yang dipertaruhkan bukan hanya mutu jalan desa, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap transparansi pembangunan. Sebab jalan desa bukan sekadar lapisan hormix, melainkan jalur harapan warga agar anggaran benar-benar kembali dalam bentuk manfaat yang nyata. (Pipik Sopyan)