
Transparansi BAZNAS Sumedang Diapresiasi, Jurnal Pengeluaran Jadi Bukti Amanah Kelola Dana Umat
SUMEDANG, Narasi.id — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang mendapat apresiasi dari masyarakat atas keterbukaannya mempublikasikan jurnal pengeluaran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) periode Juli 2026 melalui situs resmi lembaga tersebut.
Publikasi itu memuat rincian penyaluran dana umat melalui lima program utama, dengan total penyaluran mencapai Rp1.410.518.000 kepada 1.986 penerima manfaat sepanjang Juli 2026.
Warga Sumedang, Nirwan, S.AP, menilai langkah tersebut sebagai bentuk komitmen nyata BAZNAS dalam mengelola amanah masyarakat secara terbuka. “Menurut saya ini langkah yang sangat baik. BAZNAS Sumedang berani membuka informasi mengenai pengeluaran dana umat secara terbuka. Ini menunjukkan adanya komitmen terhadap transparansi dalam mengelola amanah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbukaan ini turut memberikan edukasi kepada publik soal pentingnya pengelolaan dana umat yang tertib dan bertanggung jawab. “Ketika informasi disampaikan secara terbuka, masyarakat menjadi tahu bahwa dana yang dihimpun tidak berhenti sebagai angka, tetapi benar-benar disalurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat,” katanya.
Apresiasi senada disampaikan Asep Apendi. Baginya, transparansi semacam ini mencerminkan budaya kelembagaan yang sehat sekaligus bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya. “Ini bukan hanya soal laporan angka. Ada nilai kepercayaan di dalamnya. Masyarakat menitipkan dana umat, kemudian BAZNAS menyampaikan bagaimana dana tersebut disalurkan,” tuturnya.
Rincian Penyaluran Lima Program
Berdasarkan jurnal pengeluaran Juli 2026, dana umat disalurkan melalui lima program yang mencakup aspek sosial, keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi:
Sumedang Peduli: Rp739.942.600 (52%) untuk 1.083 penerima manfaat
Sumedang Takwa: Rp311.455.500 (22%) untuk 263 penerima manfaat
Sumedang Cerdas: Rp223.073.900 (16%) untuk 279 penerima manfaat
Sumedang Sehat: Rp109.216.000 (8%) untuk 339 penerima manfaat
Sumedang Makmur: Rp26.830.000 (2%) untuk 22 penerima manfaat
Komposisi penyaluran tersebut menunjukkan cakupan program BAZNAS Sumedang yang luas, tidak hanya menyentuh kebutuhan sosial, tetapi juga pendidikan, kesehatan, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Asep menegaskan, transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan cerminan penghormatan terhadap amanah masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana kepercayaan itu dijaga. Dan salah satu caranya dengan keterbukaan,” katanya. Ia menilai langkah BAZNAS Sumedang layak menjadi contoh bagi lembaga pengelola dana umat lainnya dalam membangun budaya keterbukaan.
Dengan total penyaluran lebih dari Rp1,4 miliar kepada hampir 2.000 penerima manfaat selama Juli 2026, jurnal pengeluaran BAZNAS Sumedang memperlihatkan bagaimana dana umat diterjemahkan menjadi program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. (ES/NR01)