Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

narasi.site narasi.site narasi.site

Menyajikan Narasi Berita Terbaru dan Akurat

  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Detail Berita
  • Kontak & Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Login
Home/Pendidikan/Kepala Sekolah Mengaku Tak Paham, Kabid Sarpras Cuci Tangan: Proyek Revitalisasi SDN Situbatu Jadi Panggung Sandiwara “Tidak Tahu”
Pendidikan

Kepala Sekolah Mengaku Tak Paham, Kabid Sarpras Cuci Tangan: Proyek Revitalisasi SDN Situbatu Jadi Panggung Sandiwara “Tidak Tahu”

By admin
Juli 27, 2026 3 Min Read
0

SUMEDANG, Narasi.id – Dugaan pengurangan elemen struktur vital pada proyek Revitalisasi SD Negeri Situbatu, Kecamatan Surian, kini berubah menjadi pertunjukan lempar tanggung jawab yang nyaris sempurna. Setiap pihak yang seharusnya menjawab justru berlomba menghilang di balik satu kalimat sakti: tidak tahu. Anggaran negara mengalir, bangunan berdiri, tetapi tak satu pun pejabat yang berani mengaku sebagai pengawasnya.

Kepala SD Negeri Situbatu yang juga menjabat Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Surian, Toto, menyatakan tidak memahami persoalan teknis bangunan. Ia berdalih seluruh pekerjaan telah diserahkan kepada pemborong sehingga dirinya tidak mengetahui detail konstruksi yang tengah dikerjakan di halaman sekolahnya sendiri.

Alasan itu tidak hanya lemah, tetapi juga berbahaya. Proyek ini dijalankan lewat skema swakelola, bukan proyek kontraktual biasa yang bisa dilepas begitu saja kepada pihak ketiga. Kepala sekolah dan panitia pembangunan justru menjadi ujung tombak pengendalian mutu, bukan penonton di pinggir lapangan. Ketika ujung tombak itu mengaku buta terhadap proyeknya sendiri, publik pantas bertanya: untuk apa jabatan Ketua K3S disandang jika fungsi paling dasarnya, yaitu mengawasi, justru ditiadakan?

Jika logika “diserahkan ke pemborong” ini dibiarkan, maka pertanyaannya sederhana. Di mana fungsi panitia pembangunan sekolah? Siapa yang memeriksa apakah gambar kerja benar-benar diterjemahkan menjadi bangunan yang aman? Dan siapa yang akan bertanggung jawab jika atap runtuh menimpa anak-anak yang belajar di ruangan itu?

Swakelola bukan zona bebas tanggung jawab. Skema ini justru dirancang agar akuntabilitas melekat ketat pada pelaksana, bukan menjadi celah untuk cuci tangan massal. Ketika pengendali kegiatan mengaku tidak tahu apa yang terjadi di lapangan yang menjadi tanggung jawabnya sendiri, yang runtuh bukan hanya standar mutu bangunan, melainkan juga logika dasar tata kelola pemerintahan.

Kabid Sarpras Ikut Bermain Peran “Tidak Tahu”

Sikap serupa juga dipertontonkan Dondon, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Dimintai konfirmasi soal dugaan tidak terpasangnya balok lintel beserta pembesian dan pengecoran penahan beban di atas kusen aluminium, ia memilih menjawab tidak mengetahui persoalan tersebut dan mempersilakan media berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah.

Jawaban ini sulit diterima nalar sehat mana pun. Kabid Sarpras adalah pejabat yang secara struktural justru dibayar negara untuk tahu persis kondisi setiap proyek sarana pendidikan di wilayahnya, bukan untuk melempar bola ke pihak sekolah begitu ditanya media. Jika pejabat teknis di level ini saja mengaku gelap informasi, maka fungsi pengawasan dinas patut dipertanyakan secara menyeluruh, bukan sekadar pada kasus ini saja.

Ironinya, ketidaktahuan yang berulang dari dua pihak yang berbeda justru membentuk pola. Bukan kebetulan, melainkan potret nyata lemahnya pengendalian internal yang dibiarkan menjadi kebiasaan. Jabatan struktural yang seharusnya menjadi jaminan mutu justru berubah fungsi menjadi tameng pelepasan tanggung jawab.

Secara regulasi, posisi ini sudah sangat gamblang. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sebagaimana diubah melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021, menegaskan bahwa pelaksana swakelola bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga hasil pekerjaan. Ketentuan itu dipertegas Peraturan LKPP Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pedoman Swakelola, yang mewajibkan pengendalian mutu dan pertanggungjawaban yang jelas dari penyelenggara.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional turut mengamanatkan bahwa penyelenggara pendidikan wajib menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi standar keamanan dan keselamatan. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi beserta Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 menambahkan bahwa setiap pekerjaan konstruksi wajib memenuhi standar keandalan bangunan dan spesifikasi teknis. Semua aturan ini berdiri tegak, tetapi seolah tidak berlaku di lapangan.

Apabila dugaan pengurangan struktur bangunan ini terbukti benar, persoalannya bukan lagi sekadar mutu fisik proyek. Kasus ini menyentuh langsung soal pengawasan anggaran, integritas pejabat, dan keberanian aparat penegak untuk membuka fakta secara terang benderang, bukan menunggu bangunan retak lebih dulu baru bergerak.

Bangunan sekolah bukan panggung uji coba birokrasi, dan jelas bukan arena saling lempar tanggung jawab. Setiap kali proyek yang dibiayai uang rakyat dijawab dengan kalimat “tidak tahu”, di situlah alarm pengawasan seharusnya berbunyi paling nyaring. Nilai proyek mungkin hanya ratusan juta rupiah, tetapi taruhannya adalah keselamatan anak-anak yang setiap hari duduk di bangku kelas itu. Publik menanti bukan basa-basi klarifikasi, melainkan audit menyeluruh dan langkah tegas aparat pengawas untuk memastikan revitalisasi ini benar-benar membangun sekolah, bukan diam-diam meruntuhkan kepercayaan publik terhadap anggaran pendidikan. (P. Sofyan)

Tags:

akuntabilitas anggaranDinas pendidikan SumedangDugaan Penyimpangankonstruksi sekolahPendidikanpengawasan proyekRevitalisasi SekolahSumedangswakelola
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Ketua DPRD Sumedang Perintahkan Pengangkutan Cepat Sampah Menumpuk di Pasar Wado

Next

Dinas Pendidikan Sumedang Pastikan Rehabilitasi TK Negeri Jatinunggal Sesuai RAB dan Spesifikasi Teknis 

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Recent Posts

    • Dinas PUTR Sumedang Rampungkan Rehabilitasi Jalan Cimungkal–Kirisik, Warga Jatinunggal Rasakan Manfaatnya
    • Tiga Poros Pendidikan: Fondasi Sumedang Simpati dari Ruang Kelas 
    • Rehabilitasi Dua Ruang Kelas SMPN 3 Situraja Tuntas Sesuai Spesifikasi Teknis, Disdik Sumedang Pastikan Pekerjaan Mengacu RAB
    • Tradisi Marak Warnai Syukuran Panen Raya Desa Ranggasari, Wujud Syukur dan Dukungan Ketahanan Pangan Nasional 
    • DPRD Sumedang Sahkan Raperda APBD dan Pilkades, Implementasi Jadi Ujian Sebenarnya

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Juli 2026
    • Juni 2026
    • Mei 2026
    • April 2026
    • Oktober 2025
    • September 2025

    Categories

    • Advetorial
    • Baznas Sumedang
    • Catatan Elang Salamina
    • Destinasi Wisata
    • Detail Berita
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Internasional
    • Kabar Baznas
    • Kabar Desa
    • Kabar Parlemen
    • Kabar Sumedang
    • Olahraga
    • Opini
    • Parlemen
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sepak bola
    • Sosok
    • Sosok Inspiratif
    • Uncategorized
    Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
    • X
    • Instagram
    • Facebook
    • YouTube
    Work Experience

    Velora Labs

    Frontend Developer

    2021-present

    Luxora Digital

    Web Developer

    2019-2021

    Averion Studio

    Support Specialist

    2017-2019

    Available for Hire
    Get In Touch

    Recent Posts

    • Dinas PUTR Sumedang Rampungkan Rehabilitasi Jalan Cimungkal–Kirisik, Warga Jatinunggal Rasakan Manfaatnya
      oleh admin
      Juli 29, 2026
    • The Hidden Potential of Bitcoin
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Kickstart Your Blogging Journey Today
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      September 30, 2025
    • Morning Routines That Boost Your Productivity
      oleh sigmacreativeindonesia@gmail.com
      Oktober 1, 2025

    Search...

    Technologies

    Figma

    Collaborate and design interfaces in real-time.

    Notion

    Organize, track, and collaborate on projects easily.

    DaVinci Resolve 20

    Professional video and graphic editing tool.

    Illustrator

    Create precise vector graphics and illustrations.

    Photoshop

    Professional image and graphic editing tool.

    Latest Posts

    • Yuslita Sumartini Bilqis, SM : Dari Dunia Usaha Menuju Sosok Perempuan Berpengaruh di Sumedang
      NAMA Yuslita Sumartini Bilqis, yang akrab disapa Bunda Bilqis, kini… Baca Selengkapnya: Yuslita Sumartini Bilqis, SM : Dari Dunia Usaha Menuju Sosok Perempuan Berpengaruh di Sumedang
    • Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
      SUMEDANG, Narasi.id — Kepedulian warga Dusun Cijelag, Desa Tomo, Kecamatan… Baca Selengkapnya: Warga Dusun Cijelag Bangun Gapura Secara Swadaya, Bukti Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumedang
    • Viral Dulu, Bantu Nanti? Janda Korban Kebakaran Ujungjaya Menanti “Keajaiban” Birokrasi Sumedang 
      SUMEDANG, Narasi.id – Api yang melumat habis rumah milik Lina… Baca Selengkapnya: Viral Dulu, Bantu Nanti? Janda Korban Kebakaran Ujungjaya Menanti “Keajaiban” Birokrasi Sumedang 
    Copyright 2026 — Narasi.ID. All rights reserved.