
SMAN 1 Sumedang Sukses Kelola Pendaftaran hingga Pengumuman Sekolah Maung dan PCMB Tanpa Ekses
SUMEDANG, Narasi.id – SMAN 1 Sumedang sukses mengelola seluruh proses pendaftaran hingga pengumuman Sekolah Maung dan Penerimaan Calon Murid Baru atau PCMB 2026 tanpa menimbulkan ekses apapun. Di tengah polemik yang mewarnai pelaksanaan program serupa di sejumlah daerah, sekolah ini justru menjadi contoh keberhasilan tata kelola yang patut diapresiasi, mulai dari tahap pendaftaran, verifikasi administrasi, pemetaan peserta, hingga pengumuman hasil seleksi yang berjalan lancar dan kondusif.
Kepala SMAN 1 Sumedang, Titin Suryati Sukmadewi, S.Si., M.Pd., mengungkapkan, kelancaran proses ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari persiapan matang dan soliditas tim verifikator yang bekerja secara profesional sejak awal.
“Kami menyiapkan tim verifikator jauh hari sebelum proses pendaftaran dibuka. Setiap anggota tim memahami betul tugas dan tanggung jawabnya, sehingga ketika ada kendala teknis di lapangan, mereka mampu menyikapinya dengan cepat dan tepat,” ujar Titin.
Soliditas Tim Verifikator Jadi Kunci Kelancaran
Menurut Titin, tantangan teknis pada sistem pendaftaran sempat dirasakan, sebagaimana yang juga dialami sekolah lain di Jawa Barat. Namun, kendala teknis pada sistem aplikasi tersebut tidak sampai mengganggu jalannya proses seleksi di SMAN 1 Sumedang karena tim verifikator memiliki kesiapan dan ketelitian dalam menangani setiap kasus yang muncul.
“Verifikator kami sudah terbiasa menghadapi berbagai situasi, jadi ketika ada kendala sistem, mereka tidak panik. Mereka tahu langkah apa yang harus diambil agar calon peserta didik tetap terlayani dengan baik,” tuturnya.
Soliditas tim ini dibangun melalui koordinasi intensif antara tim pendaftaran, tim pemetaan, dan tim verifikasi administrasi. Ketiga unsur tersebut bekerja secara sinkron sehingga tidak ada celah informasi yang terlewat maupun simpang siur di lapangan.
“Komunikasi internal kami jaga betul. Setiap hari ada evaluasi singkat untuk memastikan semua tim berada pada pemahaman yang sama, mulai dari jadwal, kuota, hingga kriteria seleksi,” jelasnya.
Transparansi Informasi Cegah Kesalahpahaman di Masyarakat
Titin menambahkan, transparansi menjadi prinsip utama yang dipegang sekolah selama proses pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi berlangsung. Setiap informasi yang disampaikan kepada orang tua dan calon peserta didik dipastikan akurat agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
“Kami pastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan tidak menimbulkan multi tafsir. Itu salah satu kunci agar tidak muncul kesalahpahaman yang bisa berujung pada keresahan,” ungkapnya.
Salah satu kebingungan yang sempat muncul di tengah masyarakat adalah perubahan skor maupun klasemen sementara peserta selama proses seleksi berlangsung. Menurut Titin, perubahan tersebut dapat dijelaskan secara gamblang dan bukan merupakan kejanggalan. Setidaknya ada dua faktor yang menjadi penyebabnya.
“Pertama, ada penyesuaian skor di aplikasi agar sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang tercantum dalam Kepgub. Kedua, nilai TKA juga masuk ke aplikasi secara bertahap, sehingga klasemen bisa berubah seiring proses input data berjalan. Begitu kami terangkan, masyarakat bisa memahami dan tidak ada lagi kebingungan,” jelas Titin.
Keberhasilan SMAN 1 Sumedang dalam mengelola Sekolah Maung dan PCMB 2026 ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi satuan pendidikan lain di Jawa Barat. Soliditas tim verifikator, kesiapan menghadapi kendala teknis, serta transparansi informasi terbukti menjadi kombinasi efektif dalam menciptakan proses penerimaan peserta didik baru yang tertib dan minim gejolak.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan baik. Sistem yang sempurna tetap membutuhkan manusia yang siap dan profesional di belakangnya,” pungkas Titin. (ES/NR01)