
Bunda Bilqis: Golkar Sumedang Harus Hadir dan Bermanfaat bagi Masyarakat
SUMEDANG – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Yuslita Sumartini Bilqis, S.M atau Bunda Bilqis, menegaskan bahwa partai politik harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Prinsip itu menjadi dasar penyusunan kepengurusan dan pelaksanaan program partai pasca-Musda XI yang digelar Selasa (6/10/2026).
Kepengurusan Disusun Matang
Bunda Bilqis tidak ingin terburu-buru menentukan komposisi pengurus. Ia akan memanfaatkan tenggat 30 hari kerja untuk mempertimbangkan figur yang loyal, berkomitmen, dan bersedia bekerja bagi kepentingan publik. Sikap itu disampaikannya saat awak media menanyakan pembentukan formatur, pasca giat kebersihan di Gedung DPD Golkar Sumedang, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, kedekatan dengan partai saja tidak cukup. Pengurus harus mampu bekerja sama, berdisiplin, dan memahami tanggung jawab politik dalam memperjuangkan aspirasi warga. Ia juga menginginkan kader yang mencintai Golkar, berkomitmen membesarkan organisasi, serta memiliki etos kerja dan keuletan menjalankan program. Loyalitas kepada partai, tegasnya, harus sejalan dengan kesadaran bahwa keberadaan organisasi politik berujung pada kepentingan masyarakat luas.
Penyusunan kepengurusan pun tidak sekadar menempatkan kader pada posisi tertentu. Proses itu menjadi bagian dari upaya memastikan program partai memiliki arah yang jelas dan relevan bagi publik.
Ukuran Keberhasilan: Manfaat Nyata
Bagi Bunda Bilqis, keberhasilan partai tidak hanya diukur dari perolehan suara pemilu atau jumlah kursi di parlemen. Partai dinilai berhasil apabila mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui kerja nyata. “Partai harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Pandangan tersebut menempatkan kepentingan publik sebagai tolok ukur fungsi partai. Aktivitas politik tidak semestinya berhenti pada konsolidasi internal dan persiapan kontestasi elektoral. Kerja yang berkelanjutan untuk menyerap aspirasi, memahami persoalan warga, dan memperjuangkan kepentingan mereka menjadi keharusan.
Partai yang mengayomi, menurut Bunda Bilqis, adalah partai yang mau mendengar dan mengakomodasi aspirasi publik. Hal itu ditempuh melalui dua jalur yang saling melengkapi. Kader hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami persoalan, sementara wakil rakyat memperjuangkan aspirasi tersebut lewat fungsi representasi dan proses pengambilan kebijakan di parlemen.
Hubungan partai dan masyarakat pun tidak boleh bersifat transaksional atau terbatas pada momentum pemilu. Kepercayaan publik perlu dijaga melalui komunikasi berkesinambungan, keterbukaan terhadap aspirasi, dan tanggung jawab politik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk itu, Bunda Bilqis berkomitmen menerapkan kepemimpinan terbuka dan merangkul berbagai kalangan. Ia ingin membangun kerja sama lintas partai serta menghindari pembedaan golongan dan pengelompokan berdasarkan kubu. Perbedaan pandangan politik, baginya, tidak boleh menghalangi kolaborasi memperjuangkan kepentingan daerah, selama membuka ruang kontribusi konstruktif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Keterbukaan itu juga menjadi landasan kepengurusan. Ia menghendaki organisasi yang solid secara internal, tetapi tetap terbuka terhadap gagasan dan kebutuhan masyarakat di luar struktur partai.
Bunda Bilqis menekankan bahwa membesarkan Golkar adalah tanggung jawab bersama seluruh kader. Capaian yang diharapkan tidak hanya berupa penguatan posisi politik, tetapi juga kontribusi yang dirasakan warga dan mendukung kemajuan Kabupaten Sumedang. Kepemimpinan partai, menurut prinsipnya, bertumpu pada keseimbangan antara konsolidasi organisasi, partisipasi politik, dan tanggung jawab sosial. ***