
Sumedang Peduli, Wajah Nyata Kepedulian BAZNAS Sumedang
PROGRAM Sumedang Peduli menjadi salah satu bukti nyata kehadiran BAZNAS Kabupaten Sumedang di tengah masyarakat yang membutuhkan. Program ini tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi memperlihatkan bagaimana zakat, infak, dan sedekah bisa dikelola menjadi manfaat yang benar-benar menyentuh kehidupan warga.
Di bawah kepemimpinan H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., cakupan Sumedang Peduli dikembangkan cukup luas. Bantuan diarahkan pada berbagai persoalan warga, mulai dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan sosial dan kemanusiaan. Rumah tidak layak huni, bekal hidup, paket sembako, bantuan kesehatan, pembayaran iuran BPJS, hingga layanan ambulans gratis menjadi bagian dari ikhtiar tersebut.
Zakat, dengan begitu, bukan hanya soal kewajiban memberi. Zakat juga berbicara tentang bagaimana dana umat kembali kepada masyarakat dalam bentuk yang benar-benar bisa dirasakan.
Data penyaluran Juli 2026 menggambarkan besarnya jangkauan tersebut. BAZNAS Sumedang tercatat menyalurkan Rp1,41 miliar kepada 1.986 penerima manfaat. Sumedang Peduli menjadi program dengan penyaluran terbesar, yakni sekitar Rp739,94 juta untuk 1.083 penerima manfaat. Angka ini menunjukkan dua hal sekaligus, besarnya kebutuhan masyarakat dan luasnya jangkauan penyaluran BAZNAS Sumedang.
Keberhasilan program sosial memang tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang digelontorkan. Yang lebih penting adalah sejauh mana bantuan itu sampai kepada orang yang tepat dan memberi dampak nyata bagi kehidupannya.
Kepemimpinan yang Mengubah Zakat Menjadi Manfaat
Di balik gerak Sumedang Peduli, ada kepemimpinan yang menentukan arah program secara jelas. H. Ayi Subhan Hafas menempatkan kemanfaatan masyarakat sebagai bagian penting dari pengelolaan zakat di Kabupaten Sumedang.
Bagi lembaga zakat, menghimpun dana hanyalah satu bagian dari amanah. Bagian yang tidak kalah penting adalah memastikan dana tersebut dikelola secara tepat dan disalurkan kepada mereka yang berhak. Kepemimpinan BAZNAS pun dituntut menjembatani dua kepentingan sekaligus, menjaga kepercayaan muzaki dan menghadirkan manfaat bagi mustahik.
Semangat kepedulian ini tidak berhenti pada bantuan langsung. BAZNAS Sumedang juga mengembangkan pendekatan pemberdayaan agar penerima manfaat memiliki peluang meningkatkan kemandirian ekonomi. Salah satunya lewat Balai Ternak BAZNAS Sumedang, yang melibatkan 25 peternak dengan 225 kambing sebagai upaya meningkatkan pendapatan mustahik. Program ini bahkan mendapat perhatian dan apresiasi dari BAZNAS RI.
Kepedulian, pada akhirnya, memiliki dua sisi. Membantu masyarakat melewati kesulitan yang sedang dihadapi, sekaligus membuka jalan agar mereka mampu memperbaiki kehidupannya sendiri.
Sumedang Peduli mempertemukan amanah muzaki dengan kebutuhan mustahik dalam sebuah siklus kebaikan yang nyata. Masyarakat menunaikan zakat, BAZNAS mengelolanya, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat. Keberhasilan program ini bukan hanya soal berapa besar bantuan yang disalurkan, melainkan juga soal semakin dekatnya BAZNAS dengan persoalan warga sehari-hari.
Zakat menjadi lebih mudah dirasakan karena hadir dalam bentuk yang konkret, kebutuhan pangan yang terpenuhi, rumah yang lebih layak, akses kesehatan yang terbantu, serta transportasi bagi warga yang membutuhkan layanan ambulans.
Di titik inilah kepemimpinan H. Ayi Subhan Hafas menemukan maknanya, bukan sekadar mengelola lembaga, tetapi memastikan amanah zakat benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat Sumedang. (Elang Salamina)