
Kebangkitan Nasional 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Pendidikan Sumedang
SUMEDANG, Narasi.id – Kebangkitan Nasional 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Pendidikan Sumedang. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas 2026 menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sumedang untuk memperkuat transformasi pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun sinergi seluruh stakeholder pendidikan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
Semangat kebangkitan nasional dinilai sejalan dengan arah pembangunan pendidikan yang saat ini terus didorong Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui peningkatan mutu layanan pendidikan, penguatan karakter peserta didik, transformasi digital, serta pemerataan akses pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E., mengatakan momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 harus menjadi penggerak kebangkitan seluruh elemen pendidikan di Sumedang.
Menurutnya, semangat tersebut memiliki landasan kuat dalam berbagai regulasi nasional yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
“Pendidikan menjadi fondasi kemajuan daerah dan bangsa. Semangat Harkitnas harus menjadi energi bersama untuk membangun pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, arah pembangunan pendidikan nasional telah ditegaskan dalam Pasal 31 Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pemerintah wajib menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.
Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Selain itu, transformasi pendidikan saat ini juga mengacu pada arah pembangunan sumber daya manusia dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 yang menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas pembangunan nasional.
Di tingkat daerah, upaya peningkatan mutu pendidikan juga selaras dengan agenda pembangunan Kabupaten Sumedang yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan daya saing sumber daya manusia.
Menurut Eka, implementasi regulasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendidikan Kabupaten Sumedang, mulai dari peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi dan numerasi, pendidikan karakter, digitalisasi pembelajaran, hingga pemerataan akses layanan pendidikan.
“Regulasi telah memberikan arah yang jelas. Tantangannya sekarang adalah bagaimana seluruh stakeholder pendidikan di Sumedang bangkit dan bergerak bersama mengimplementasikan kebijakan tersebut menjadi kerja nyata,” katanya.
Ia menegaskan kebangkitan pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat harus membangun kolaborasi agar kualitas pendidikan Sumedang terus meningkat.
“Harkitnas 2026 harus menjadi momentum kebangkitan stakeholder pendidikan. Ketika semua pihak bergerak bersama, maka transformasi pendidikan di Kabupaten Sumedang akan berjalan lebih kuat dan mampu mencetak generasi unggul untuk masa depan daerah,” ujarnya.
Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini sekaligus menjadi ajakan untuk memperkuat komitmen pembangunan pendidikan berbasis kolaborasi, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia demi mewujudkan pendidikan Sumedang yang maju, inklusif, dan berdaya saing. (ES/NR01)