
Ayi Subhan: Liga Santri Bukan Hanya Cari Gol tapi Cari Saudara
SUMEDANG – Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang H. Ayi Subhan Hafas menegaskan bahwa Liga Santri Mini Soccer 2026 tidak hanya mengejar kemenangan di lapangan, tetapi juga mempererat persaudaraan antarsantri. Turnamen yang digelar untuk memeriahkan Hari Santri Nasional 2026 itu resmi dibuka Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Cikandung Soccer Field (CSF), Kecamatan Cimalaka, Senin (19/10/2026).
Bagi Ayi, liga ini lebih dari sekadar ajang kompetisi olahraga. Ia juga menjadi wadah pembinaan bakat, penguatan sportivitas, dan perekat ukhuwah antarpesantren. Penyelenggaraannya merupakan bagian dari upaya PCNU Sumedang menghadirkan ruang positif bagi santri untuk mengembangkan potensi di luar pendidikan keagamaan dan akademik, khususnya di bidang sepak bola.
Harapan Lahirnya Bintang dari Pesantren
Ayi berharap kompetisi ini menjadi titik awal lahirnya pemain berbakat dari lingkungan pondok pesantren yang kelak mampu bersaing di level yang lebih tinggi. “Harapannya, dari Liga Santri Sumedang tahun 2026 ini akan muncul bintang-bintang sepak bola yang berasal dari pondok pesantren,” tegasnya.
Sepak bola, dalam pandangan PCNU Sumedang, dapat menjadi jalan bagi santri menunjukkan kemampuan di luar bangku kelas dan kitab kuning. Karena itu, liga ini dirancang sebagai ruang yang memberi kesempatan setara bagi santri untuk berkembang sekaligus menjaga nilai keagamaan yang melekat dalam keseharian mereka.
Ukhuwah sebagai Nilai Utama
Ayi menempatkan persaudaraan dan kebersamaan sebagai nilai utama dalam penyelenggaraan liga, lebih dari sekadar mengejar kemenangan. Melalui kompetisi ini, para santri diharapkan dapat membangun interaksi, memperluas jejaring, dan mempererat ukhuwah di antara pondok pesantren se-Kabupaten Sumedang. Menurutnya, olahraga memiliki potensi besar untuk menyatukan santri dari berbagai pesantren lewat semangat sportivitas, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap lawan.
Dengan pendekatan tersebut, setiap pertandingan diharapkan menjadi ruang perjumpaan, bukan sekadar arena adu skor. Santri dari pesantren yang berbeda dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, dan belajar menghargai perbedaan di lapangan maupun di luar lapangan.
Pada penyelenggaraan perdana, kuota peserta masih terbatas pada 32 slot pertandingan. Tingginya animo pondok pesantren, menurut Ayi, menunjukkan bahwa kompetisi ini memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas. PCNU Sumedang pun berencana menjadikan Liga Santri Mini Soccer sebagai agenda rutin tahunan dengan cakupan peserta yang lebih besar. Rencana tersebut membuka peluang pembinaan sepak bola santri yang lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga potensi yang muncul tidak berhenti pada pertandingan semata.
Bupati Dony Ahmad Munir mengapresiasi PCNU Kabupaten Sumedang dan seluruh panitia yang telah menggagas turnamen ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan peran organisasi keagamaan dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi santri sekaligus masyarakat luas. Dalam kesempatan itu, Dony juga mengingatkan para santri agar senantiasa bersyukur atas kesempatan menimba ilmu, baik di pesantren maupun di sekolah dan perguruan tinggi. Ia menegaskan pendidikan pesantren tidak semata berorientasi pada capaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter. “Yang terpenting adalah berkahnya. Mudah-mudahan ilmunya dapat, berkahnya dapat, dan bisa diamalkan,” pesannya kepada ratusan santri yang hadir.
Dengan rencana penyelenggaraan berkelanjutan, Ayi berharap turnamen ini tidak hanya memperkuat hubungan antarpesantren, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya talenta sepak bola dari kalangan santri yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sumedang di tingkat nasional. ***