
Liga Santri Mini Soccer 2026 Resmi Dibuka di Sumedang, Bupati Harapkan Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Pesantren
SUMEDANG — Semarak Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sumedang kian terasa. Turnamen Liga Santri Mini Soccer 2026 resmi dibuka oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Cikandung Soccer Field (CSF), Kecamatan Cimalaka, Senin (19/10/2026). Kompetisi yang digagas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang ini khusus diikuti santri berusia di bawah 17 tahun.
Turnamen perdana ini langsung menarik perhatian pecinta sepak bola lokal. Sekretaris PCNU Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, menyebut ajang ini digelar untuk memeriahkan Hari Santri Nasional. Panitia tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga ingin memberi ruang bagi santri untuk mengasah bakat di bidang sepak bola.
Ayi optimistis kompetisi ini akan melahirkan talenta baru. “Harapannya, dari Liga Santri Sumedang tahun 2026 ini akan muncul bintang-bintang sepak bola yang berasal dari pondok pesantren,” tegasnya.
Mempererat Ukhuwah Antar pesantren
Ayi menegaskan, semangat utama kompetisi ini adalah memperkuat persaudaraan dan ukhuwah di antara pondok pesantren di seluruh Kabupaten Sumedang. Kuota tahun ini baru mencakup 32 slot pertandingan, sementara animo pesantren ternyata sangat tinggi. Panitia pun berencana menjadikan turnamen ini agenda rutin tahunan dengan skala yang jauh lebih besar pada tahun-tahun mendatang.
Apresiasi dari Bupati Sumedang
Bupati Dony Ahmad Munir memberikan apresiasi kepada PCNU Kabupaten Sumedang beserta seluruh panitia pelaksana. Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan PCNU Sumedang terus bergerak progresif dalam menghadirkan program yang berdampak nyata bagi santri dan masyarakat luas.
Dalam kesempatan itu, Dony juga mengajak santri untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan menimba ilmu di pondok pesantren, baik sambil menempuh pendidikan formal di sekolah maupun perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa esensi pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada capaian akademis, tetapi juga pada keberkahan hidup. “Yang terpenting adalah berkahnya. Mudah-mudahan ilmunya dapat, berkahnya dapat, dan bisa diamalkan,” pesannya kepada ratusan santri yang hadir.
Pemerintah daerah bersama PCNU Sumedang berharap turnamen ini dapat menumbuhkan sportivitas, soliditas, dan kebersamaan di kalangan santri. Ajang ini juga diharapkan menjadi batu loncatan bagi santri untuk meraih prestasi sekaligus melahirkan atlet sepak bola potensial yang mengharumkan nama Sumedang di tingkat nasional.***