
Sempat Terpuruk karena Kemalingan, Pak Ade Kini Bangkit Lewat Program Z-Auto Baznas
SUMEDANG, Narasi.id — Roda kehidupan memang tak selalu berputar mulus. Hal itu pernah dirasakan Ade Hidayat, seorang mekanik bengkel yang sempat terpuruk setelah bengkelnya kemalingan dan seluruh peralatannya raib tanpa sisa. Usaha yang selama ini menjadi sumber nafkah keluarga mendadak lumpuh. Namun, di tengah keputusasaan, secercah harapan datang melalui program Z-Auto dari BAZNAS Kabupaten Sumedang.
Dengan bantuan program Z-Auto, Pak Ade kembali memiliki peralatan bengkel dan perlengkapan kerja yang memadai. Perlahan namun pasti, bengkel miliknya kembali beroperasi dan pelanggan mulai berdatangan. Kini, bukan hanya kembali mencari nafkah, Pak Ade juga bertekad membantu para pengendara yang mengalami kesulitan di jalan.
“Waktu kejadian itu saya benar-benar bingung harus mulai dari mana lagi. Alat habis semua. Tapi Alhamdulillah, ada bantuan dari BAZNAS melalui program Z-Auto. Ini seperti memberi saya kesempatan hidup yang kedua,” ujar Pak Ade saat ditemui di bengkelnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, mengatakan bahwa program Z-Auto merupakan bagian dari pendayagunaan zakat produktif untuk membantu pelaku usaha kecil agar bisa bangkit dan mandiri.
“Zakat tidak hanya untuk konsumtif, tetapi juga produktif. Melalui program Z-Auto, kami ingin membantu para pelaku usaha bengkel yang mengalami kesulitan agar bisa kembali berusaha. Harapannya, mereka tidak hanya bangkit, tetapi juga bisa membantu orang lain dan pada akhirnya menjadi muzakki,” kata Ayi.
Menurutnya, kisah Pak Ade menjadi salah satu contoh nyata bagaimana zakat dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kecil di daerah.
Sementara itu, Pak Ade mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada para muzakki yang telah menunaikan zakatnya melalui BAZNAS. Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar alat bengkel, tetapi juga harapan baru untuk masa depan keluarganya.
“Terima kasih kepada semua yang sudah berzakat. Bantuan ini sangat berarti. InsyaAllah saya akan gunakan sebaik-baiknya, dan saya juga ingin membantu orang yang kesulitan di jalan, terutama yang motornya mogok dan tidak punya biaya,” tuturnya.
Kisah Pak Ade menjadi bukti bahwa zakat yang ditunaikan bukan sekadar angka, melainkan dapat menjadi nafas baru bagi para pejuang UMKM untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali menatap masa depan dengan harapan.
Elang Salamina