
Reklamasi Situ Sengon, Dari Bekas Galian C Jadi Wisata Alam Produktif dan Bernilai Ekonomi
SUMEDANG, Narasi.id — Reklamasi Situ Sengon menjadi contoh sukses transformasi lingkungan dari bekas galian C menjadi kawasan hijau yang produktif, estetik, dan bernilai ekonomi. Kini, lanskap Situ Sengon menghadirkan kombinasi danau alami, hamparan sawah, serta panorama pegunungan yang menjadikannya potensial sebagai destinasi wisata alam di Jawa Barat.
Upaya reklamasi yang dilakukan PT TPK Bilqis berhasil mengembalikan fungsi ekologis lahan yang sebelumnya rusak. Tidak hanya memperbaiki struktur tanah, kawasan ini kini dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif dengan tanaman padi yang tumbuh subur di sekitar area danau.
Transformasi ini juga berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Warga mulai memanfaatkan kawasan untuk bersantai, hingga mengembangkan peluang usaha berbasis lingkungan. Situ Sengon kini tidak hanya menjadi ruang pemulihan ekosistem, tetapi juga pusat ekonomi baru berbasis pertanian dan wisata.
Pemilik PT TPK Bilqis, Taufiq Gunawansyah beserta isteri, Yuslita Sumartini Bilqis, S.M, menegaskan, reklamasi lahan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Reklamasi adalah proses menghidupkan kembali lahan yang kehilangan fungsi. Tujuan kami bukan hanya pemulihan, tetapi memastikan lahan ini kembali produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Taufiq, keberhasilan reklamasi Situ Sengon tidak terlepas dari pendekatan teknis yang terstruktur, mulai dari penataan kontur tanah, pengelolaan sistem irigasi, hingga pemilihan vegetasi yang sesuai dengan kondisi lahan. Pendekatan ini memungkinkan terbentuknya ekosistem baru yang stabil dan berkelanjutan.
Selain sektor pertanian, kawasan ini juga berkembang sebagai destinasi wisata kuliner. Kehadiran Pawon Sengon menjadi daya tarik tambahan dengan konsep makan di alam terbuka. Menu khas seperti gule kepala kambing menjadi favorit pengunjung dan memperkuat daya tarik wisata berbasis lokal.
Dengan kombinasi antara reklamasi lingkungan, pertanian produktif, dan wisata alam, Situ Sengon kini menjadi model pengelolaan lahan berkelanjutan. Kawasan ini menunjukkan bahwa bekas lahan tambang dapat diubah menjadi aset ekonomi yang memberikan manfaat jangka panjang.
Keberhasilan reklamasi Situ Sengon sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara sektor swasta dan masyarakat mampu menciptakan perubahan nyata. Dari lahan rusak menjadi kawasan hijau produktif, Situ Sengon kini hadir sebagai simbol harapan dan praktik terbaik dalam pemulihan lingkungan di Indonesia. (ES/NR1)